| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1126 | 0.04% |
GBPUSD | 1.3029 | 0.06% |
AUDUSD | 0.6743 | 0.09% |
NZDUSD | 0.6148 | 0.15% |
USDJPY | 145.25 | -0.06% |
USDCHF | 0.8535 | -0.15% |
USDCAD | 1.3618 | -0.08% |
GOLDUD | 2512.52 | 0.28% |
COFU | 73.12 | -0.16% |
USD/IDR | 15425 | 0.06% |
Rabu, 21 Agustus 2024 – Harga minyak mengalami penurunan pada pagi ini ke level $73.12 per barel ditengah ekspektasi pasar terhadap meningkatnya persediaan minyak mentah AS serta meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Di sisi ketegangan geopolitik, dalam berita yang beredar, sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyelesaikan perjalanan ke Timur Tengah yang dimaksudkan untuk membantu menengahi perjanjian gencatan senjata di Gaza. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi Mesir dan mendorong kemajuan menuju gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera. Namun, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan pada hari Senin bahwa mengkonfirmasi bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima sebuah proposal untuk menyelesaikan isu-isu yang menunda gencatan senjata Gaza di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung dan ketegangan tetap tinggi karena Hamas telah mengancam untuk melanjutkan serangan bom bunuh diri.
Turut menekan kinerja minyak lebih lanjut, di sisi pasokan minyak mentah, American Petroleum Institute pada hari Selasa melaporkan stok minyak mentah AS terlihat meningkat minggu lalu sebesar 347.000 barel. Namun, stok bensin dan sulingan turun masing-masing sebesar 1,043 juta barel dan 2,247 juta barel, menurut sumber tersebut. Selain itu, fokus pasar masih tertuju pada rilisnya data ekonomi China pada pekan lalu yang menunjukkan harga rumah baru turun pada bulan Juli pada laju tercepat dalam sembilan tahun, output industri melambat, pertumbuhan ekspor dan investasi merosot, dan pengangguran meningkat. Hal ini membuat kekhawatiran perlambatan permintaan di Tiongkok mengingat Tiongkok merupakan salah satu importir minyak terbesar di dunia.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80.90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70.50 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
0:35 | US - FOMC Member Bostic Speaks | - | - | - | |||||
1:45 | US - FOMC Member Barr Speaks | - | - | - | |||||
21:30 | US - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -2.80M | 1.357M | |||||