Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Tersungkur Pasca Kesepakatan Pertemuan OPEC+
Minyak Tersungkur Pasca Kesepakatan Pertemuan OPEC+
Friday, 01 December 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0885

0.20%

GBPUSD

1.2621

0.23%

AUDUSD

0.6605

0.26%

NZDUSD

0.6152

0.50%

USDJPY

148.19

-0.26%

USDCHF

0.8750

-0.13%

USDCAD

1.3560

-0.15%

GOLDUD

2035.79

0.28%

COFU 

75.77

-0.24%

USD/IDR

15510

0.10%

Fokus Crude Oil:

  • Pengurangan produksi secara sukarela
  • OPEC+ mengundang Brazil

***************************************************************

Jumat, 1 Desember 2023 - Pergerakan minyak mentah mengalami penurunan pada pagi ini ke level $75.77 per barel disebabkan oleh hasil pertemuan OPEC+ yang tidak memuaskan serta data ekonomi China yang dibawah ekspektasi.

Hasil pertemuan OPEC+ mengumumkan kesepakatan untuk memangkas produksi minyak sebagai respon terhadap ketidakpastian di pasar global. Meskipun langkah telah diumumkan, sentimen publik tampaknya belum sepenuhnya yakin akan keputusan itu dilihat dari harga minyak yang menurun. Pertemuan virtual yang digelar pada hari ini tidak menghasilkan solusi yang memuaskan, namun, Arab Saudi memutuskan untuk memperpanjang pengurangan produksi secara sukarela

Selain Arab Saudi, terdapat anggota OPEC+ lain seperti Oman, Rusia, dan Irak, menyatakan bahwa pemotongan akan dilakukan secara bertahap setelah kuartal pertama tahun 2024. Pengurangan produksi sebesar 42 ribu barel/hari oleh Oman, sementara Irak dan UEA masing-masing menyumbangkan pengurangan sebesar 220 ribu barel/hari dan 163 ribu barel/hari. Dengan tambahan pemotongan yang diperpanjang oleh Arab Saudi dan Rusia, total pemotongan mencapai sekitar 2,2 juta barel per hari.

Meskipun diumumkan sebagai tindakan sukarela, sifat pemotongan ini memicu perdebatan di pasar. Keberlanjutan tindakan sukarela ini menciptakan kekhawatiran akan munculnya perselisihan diantara anggota OPEC+, yang dapat membatasi kemampuan anggota tersebut untuk melakukan pemotongan lebih lanjut. Negara-negara di Afrika, khususnya Angola, menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap pemotongan tambahan. 

OPEC+ mengundang Brazil, salah satu produsen minyak terbesar di dunia, untuk menjadi anggota OPEC. Brazil menyambut baik undangan tersebut dan berharap dapat bergabung pada bulan Januari. Namun, di tengah upaya OPEC+ untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, data ekonomi manufaktur dari PMI tidak sesuai yaitu sebesar 49.4 dari ekspektasi yang seharusnya 49.7. Hal ini membuat Indeks manajer pembelian (PMI) menunjukkan aktivitas bisnis negara importir minyak terbesar di dunia menunjukkan hanya sedikit tanda-tanda perbaikan pada bulan November, meningkatkan kekhawatiran akan pelemahan ekonomi yang dapat mengurangi permintaan minyak mentah. Data awal pekan ini juga menunjukkan indikasi pelemahan yang berkelanjutan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77.49 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73.19 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USD - ISM Manufacturing PMI 

-

47.9

46.7

2:00

USD - Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Oil Daily Newsletter


Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788