Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Tersungkur Dipicu Potensi Melesunya Ekonomi China
Minyak Tersungkur Dipicu Potensi Melesunya Ekonomi China
Tuesday, 09 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08270

-0.08%

GBPUSD

1.28080

-0.08%

AUDUSD

0.67350

-0.09%

NZDUSD

0.61230

-0.13%

USDJPY

160.770

0.19%

USDCHF

0.89760

0.13%

USDCAD

1.36370

0.06%

GOLDUD

2,358.230

-0.10%

COFU

82.22

-0.15%

USD/IDR

16,290

0.12%

Fokus Crude Oil:

  • Tarif UE telah memangkas sekitar 20-30 poin persentase pertumbuhan ekspor mobil listrik China, ungkap CPCA.
  • Masih ada kesenjangan antara Israel dan Hamas untuk dapat mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza, kata Gedung Putih.

***********************************************************

Selasa, 09 Juli 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish terbebani oleh sentimen dari penurunan pertumbuhan ekspor mobil listrik China akibat tarif UE, yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Tarif anti-subsidi yang mulai diberlakukan UE sejak pekan lalu, telah berdampak pada pertumbuhan ekspor mobil listrik China dalam beberapa bulan terakhir. Ekspor mobil listrik China sebelum tarif UE dapat mencapai setidaknya 30-40%, namun sekarang telah melambat menjadi hanya lebih dari 10%, yang artinya tarif tersebut telah berdampak pada penurunan sekitar 20-30 poin persentase terhadap pertumbuhan ekspor mobil listrik China, ungkap Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), pada hari Senin. Selain itu, Kementerian Perdagangan China pada hari Senin berharap agar pihak UE dapat segera mendorong proses konsultasi ke depan terkait pembahasan tarif UE, dan mencapai solusi yang dapat diterima bersama sesegera mungkin.

Sentimen negatif lainnya datang dari meredanya ancaman Badai Tropis Beryl terhadap aktivitas kilang di sepanjang Pantai Teluk AS, yang menjadi lokasi dari 40% output minyak mentah AS. Pelabuhan Corpus Christi telah beroperasi kembali pada hari Senin dan Pelabuhan Houston diproyeksikan untuk dibuka kembali pada Selasa sore.

Sementara itu, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby pada hari Senin melaporkan bahwa saat ini masih ada kesenjangan antara Israel dan Hamas untuk dapat mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Kirby menambahkan, akan ada pembahasan lanjutan dalam beberapa hari ke depan. Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan bahwa serangan terbaru Israel di Gaza pada hari Senin mengancam proses perundingan gencatan senjata saat ini dan membawa proses negosiasi kembali ke titik awal.

Turut mendukung pergerakan harga, Kementerian Energi Kazakhstan pada hari Senin mengatakan akan melakukan kompensasi secara bertahap untuk output minyak yang melebihi kuota OPEC+ pada paruh pertama tahun ini pada September 2025, dan pihaknya telah menyiapkan rencana rinci untuk kompensasi tersebut. Aliansi OPEC+ pada bulan lalu menyepakati untuk menghentikan pengurangan produksi secara bertahap selama satu tahun, yang akan dimulai dari Oktober 2024 hingga September 2025.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

89.5

90.5

20:15

USA - Fed Barr Speech

 

 

 

21:00

USA - Fed Chair Powell Testimony

 

 

 

21:00

USA - Treasury Secretary Yellen Testimony

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788