| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1628 | -0.05% |
GBPUSD | 1.3304 | -0.12% |
AUDUSD | 0.6647 | -0.23% |
NZDUSD | 0.5782 | -0.28% |
USDJPY | 156.66 | 0.17% |
USDCHF | 0.8052 | 0.16% |
USDCAD | 1.3839 | 0.11% |
GOLDUD | 4,209.44 | 0.21% |
COFU | 58.37 | 0.02% |
USD/IDR | 16,672 | 0.00% |
Rabu, 10 Desember 2025 - Harga minyak pagi terpantau bergerak terkoreksi naik tipis pasca dirilisnya laporan stok terbaru API. Meski demikian, potensi bearish masih cukup kuat dilihat dari beberapa sentimen seperti laporan terbaru EIA, desakan China untuk menolak praktik proteksionisme, dan pernyataan dukungan AS terhadap Jepang.
Persediaan minyak mentah AS turun sebesar 4,8 juta barel di pekan yang berakhir 5 Desember, menyusul penurunan 2,48 juta barel pada pekan sebelumnya, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API. Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.
Sementara itu, pasar minyak global diperkirakan akan mengalami surplus dalam beberapa bulan mendatang karena pertumbuhan produksi melampaui konsumsi, ungkap EIA dalam Prospek Energi Jangka Pendek yang dirilis hari Selasa. Surplus akan melebihi 2 juta bph pada tahun 2026, serupa dengan peningkatan tahun ini, yang akan turut membuat harga minyak mentah turun menjadi sekitar $55 per barel pada awal tahun 2026, dan akan tetap mendekati harga tersebut selama sisa tahun ini, kata EIA.
Turut membebani harga, Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, pada hari Selasa mendesak mitra dagang untuk menolak meningkatnya proteksionisme dalam bentuk tarif dagang, karena pembatasan dagang yang semakin meluas akan berdampak parah terhadap aktivitas ekonomi global. Pernyataan Li tersebut tepat sehari setelah ekonomi terbesar kedua di dunia itu mencatat rekor surplus perdagangan sebesar $1 triliun yang didorong oleh lonjakan ekspor ke pasar non-AS.
Sinyal eskalasi ketegangan antara AS dan Tiongkok juga terlihat dari AS yang pada hari Selasa untuk pertama kalinya mengkritik tindakan jet tempur China yang mengarahkan radar mereka ke pesawat militer Jepang minggu lalu. Komentar dari AS di tengah meningkatnya tensi antara Jepang dan Tiongkok, berpotensi memicu ketegangan kembali meningkat antara AS dengan China.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
|
| 0.574M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| 4.518M |