| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08610 | -0.06% |
GBPUSD | 1.29900 | -0.08% |
AUDUSD | 0.66650 | 0.53% |
NZDUSD | 0.60550 | 0.20% |
USDJPY | 149.630 | 0.02% |
USDCHF | 0.86540 | 0.01% |
USDCAD | 1.37510 | 0.06% |
GOLDUD | 2,673.555 | 0.31% |
COFU | 70.68 | 0.48% |
USD/IDR | 15,520 | -0.01% |
Kamis, 17 Oktober 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu oleh serangan terbesar yang dilancarkan Israel terhadap Lebanon. Selain itu, potensi gencatan senjata di Gaza yang semakin kabur, dan sinyal meningkatnya permintaan di pasar energi AS turut mendukung pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Serangan udara yang dilancarkan Israel pada hari Rabu telah menghancurkan kantor pusat pemerintahan kota, yang sejauh ini menjadi serangan terbesar Israel terhadap gedung negara resmi Lebanon. Pejabat Lebanon mengecam insiden yang telah menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 50 orang di Nabatieh, dan menuding bahwa target serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah sekarang telah beralih menjadi negara Lebanon. Pasukan penjaga perdamaian PBB melaporkan bahwa sebuah tank Israel juga menembaki menara pengawas mereka di dekat Kfar Kela, Lebanon selatan, pada Rabu pagi. Selain itu, pasukan Israel juga dilaporkan menyerang kota pelabuhan Mediterania Suriah, Latakia, pada Kamis pagi, kutip kantor berita pemerintah Suriah, SANA. Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, bahkan menegaskan bahwa Israel tidak akan menghentikan serangannya terhadap Hizbullah untuk negosiasi apapun.
Masih dari Timur Tengah, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, pada hari Rabu mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan atau keterlibatan dengan pihak mana pun selama tiga hingga empat minggu terakhir untuk melanjutkan negosiasi gencatan senjata di Gaza. Seorang pejabat senior Hamas, Basem Naim, pada hari Rabu mengatakan bahwa serangan terbaru Israel di Gaza utara jauh lebih brutal dan agresif, selain itu juga secara langsung menargetkan rumah dan tempat tinggal warga sipil. Naim mengatakan sangat tidak mudah untuk mencapai gencatan senjata permanen atau solusi permanen untuk konflik di Timur Tengah saat ini tanpa menyelesaikan konflik awal, yaitu di Gaza. Bahkan jika kesepakatan gencatan di Lebanon tercapai sekali pun, tidak akan ada ketenangan di kawasan regional Timur Tengah, tambah Naim.
Turut mendukung harga, dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,58 juta barel dan 5,93 juta barel untuk pekan yang berakhir 11 Oktober. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan data resmi versi pemerintah yang akan dirilis Kamis malam oleh badan statistik EIA.
Sementara itu, data ekonomi terbaru Jepang menunjukkan total ekspor pada bulan September turun sebesar 1,7% dari tahun sebelumnya, yang sekaligus menandai penurunan pertama kali dalam 10 bulan, ungkap data Kementerian Keuangan yang dirilis hari Kamis. Sinyal pelemahan ekonomi di negara importir minyak terbesar keempat di Asia itu memicu kekhawatiran akan menekan permintaan minyak lebih lanjut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Retail Sales MoM |
| 0.3% | 0.1% |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 258K | 258K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1870K | 1861K |
20:15 | USA -Industrial Production MoM |
| -0.2% | 0.8% |
20:15 | USA - Manufacturing Production MoM |
| -0.1% | 0.9% |
22:00 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| 2.3M | 5.810M |
22:00 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -1.4M | -6.304M |