| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0858 | 0.28% |
GBPUSD | 1.2969 | 0.03% |
AUDUSD | 0.6568 | 0.55% |
NZDUSD | 0.5965 | 0.52% |
USDJPY | 152.96 | -0.75% |
USDCHF | 0.8676 | -0.27% |
USDCAD | 1.3943 | -0.27% |
GOLDUD | 2733.7 | 0.16% |
COFU | 70.29 | 0.33% |
USD/IDR | 15710 | 0.25% |
Senin, 04 November 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh komitmen 8 negara anggota OPEC+, isyarat tambahan stimulus yang lebih kuat di China, dan meredupnya harapan gencatan senjata di Timur Tengah.
Delapan negara anggota aliansi produsen OPEC+ pada hari Minggu mengumumkan kesepakatan untuk memperpanjang pemangkasan produksi sukarela mereka selama satu bulan, yang akan berlangsung hingga akhir Desember. Delapan negara yang berpartisipasi dalam kesepakatan untuk memangkas output sebesar 2,2 juta bph tersebut adalah Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman. Selain itu, kedelapan negara itu juga kembali menegaskan komitmen mereka untuk mematuhi target produksi yang telah disepakati dan mengompensasi kelebihan produksi pada September 2025.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, pemerintah China sedang mempertimbangkan untuk menyetujui penerbitan lebih dari 10 triliun yuan ($1,4 triliun) utang tambahan minggu depan dalam beberapa tahun ke depan, sebuah paket fiskal yang diharapkan akan semakin diperkuat jika Donald Trump memenangkan pemilihan AS, kata dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional dijadwalkan akan bertemu dari tanggal 4-8 November dan diharapkan menyetujui stimulus tambahan
Sentimen positif lainnya, eskalasi konflik antara Israel dengan kelompok Hizbullah asal Lebanon yang terus meningkat, memudarkan harapan tercapainya gencatan senjata di kawasan regional Timur Tengah. Hizbullah meluncurkan serangan roket yang menargetkan pangkalan militer di pinggiran Tel Aviv, dan melukai 11 orang pada hari Sabtu, ungkap sumber layanan darurat Israel. Sebelumnya pihak militer Israel mengklaim telah menewaskan dua komandan Hizbullah di wilayah Tyre pada hari Jumat.
Sementara itu, Saudi Aramco diperkirakan akan memangkas Harga Jual Resmi (OSP) untuk sebagian besar jenis minyak mentah yang dijualnya ke Asia pada bulan Desember, dengan penurunan sekitar 30 hingga 50 sen per barel, kata enam sumber penyulingan. OSP minyak mentah Saudi biasanya dirilis sekitar tanggal lima setiap bulan, dan menjadi referensi bagi produsen Timur Tengah lainnya seperti Iran, Kuwait, dan Irak, yang secara total memengaruhi sekitar 9 juta bph pasokan minyak mentah yang dikirim ke Asia.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - Factory Orders MoM |
| -0.4% | -0.2% |