| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1610 | -0.06% |
GBPUSD | 1.3212 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6544 | -0.12% |
NZDUSD | 0.5728 | -0.17% |
USDJPY | 155.40 | 0.24% |
USDCHF | 0.8035 | 0.17% |
USDCAD | 1.3990 | 0.12% |
GOLDUD | 4,221.68 | -0.68% |
COFU | 59.52 | -0.20% |
USD/IDR | 16,663 | 0.00% |
Selasa, 02 Desember 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari potensi melemahnya permintaan minyak di India, dan kembali beroperasinya jaringan CPC yang sempat terhenti akibat serangan drone Ukraina. Meski demikian, peningkatan tarif asuransi pengiriman via Laut Hitam, dan gangguan pasokan minyak Venezuela membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Permintaan minyak di India berpotensi melemah pasca laporan terbaru menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur di negara konsumen minyak mentah terbesar ketiga dunia itu melambat ke level terendah dalam sembilan bulan pada bulan November. S&P Global pada hari Senin merilis laporan yang menunjukkan PMI Manufaktur India merosot ke 56,6 pada bulan November, yang meskipun masih berada di atas batas ekspansi 50 poin, namun indeks tersebut turun tajam dari 59,2 pada bulan Oktober. Selain itu, sektor lapangan kerja juga turun ke level terendah dalam 21 bulan, ungkap laporan tersebut.
Turut membebani harga, operator Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) pada hari Senin mengatakan bahwa mereka telah melanjutkan pengiriman minyak dari satu titik tambat di terminal Laut Hitam. Berita tersebut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan dari CPC pasca kerusakan akibat serangan drone Ukraina yang memaksa opertaor untuk menghentikan kegiatan operasional pada hari Sabtu lalu. Sebelum serangan itu, ekspor minyak CPC diperkirakan akan meningkat menjadi 1,7 juta bph pada bulan Desember, dari sekitar 1,45 juta bph pada bulan November, kata sumber industri.
Sementara itu, Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Senin mengecam serangan drone yang dilancarkan angkatan laut Ukraina terhadap dua kapal tanker komersial yang menuju pelabuhan Rusia, yang turut berdampak pada situasi pengiriman melalui jalur pelayaran utama Laut Hitam. Kekhawatiran akan serangan lebih lanjut dari Ukraina, dan kemungkinan serangan balasan dari Rusia, meningkatkan biaya asuransi risiko perang, kata sumber-sumber industri. Tarif asuransi risiko perang untuk pengiriman ke pelabuhan Laut Hitam, naik ke kisaran antara 0,65-0,8 persen dibandingkan dengan tarif sekitar 0,6 persen minggu lalu, kata sumber-sumber pengiriman dan asuransi.
Dukungan lainnya datang dari sinyal memanasnya ketegangan antara AS dengan Venezuela yang turut memicu kekhawatiran akan berdampak pada ekspor minyak Venezuela. Presiden AS Donald Trump mengadakan pembicaraan dengan para penasihat utama untuk membahas kampanye tekanan terhadap Venezuela, kata seorang pejabat senior AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - Fed Bowman Speech |
|
|
|
22:00 | USA - Total Vehicle Sales |
| 15.4M | 15.3M |
22:10 | USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index |
| 44.2 | 43.9 |