Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terkoreksi Melesu Menyusul Melambatnya Sektor Manufaktur India
Minyak Terkoreksi Melesu Menyusul Melambatnya Sektor Manufaktur India
Tuesday, 02 December 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1610

-0.06%

GBPUSD

1.3212

-0.07%

AUDUSD

0.6544

-0.12%

NZDUSD

0.5728

-0.17%

USDJPY

155.40

0.24%

USDCHF

0.8035

0.17%

USDCAD

1.3990

0.12%

GOLDUD

4,221.68

-0.68%

COFU

59.52

-0.20%

USD/IDR

16,663

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Pengiriman minyak via jaringan CPC di terminal Laut Hitam telah kembali dilanjutkan, kata operator pada hari Senin.
  • Serangan Ukraina terhadap kapal tanker komersial membuat tarif asuransi pengiriman via Laut Hitam meningkat, kata sumber.

************************************************************

Selasa, 02 Desember 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari potensi melemahnya permintaan minyak di India, dan kembali beroperasinya jaringan CPC yang sempat terhenti akibat serangan drone Ukraina. Meski demikian, peningkatan tarif asuransi pengiriman via Laut Hitam, dan gangguan pasokan minyak Venezuela membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Permintaan minyak di India berpotensi melemah pasca laporan terbaru menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur di negara konsumen minyak mentah terbesar ketiga dunia itu melambat ke level terendah dalam sembilan bulan pada bulan November. S&P Global pada hari Senin merilis laporan yang menunjukkan PMI Manufaktur India merosot ke 56,6 pada bulan November, yang meskipun masih berada di atas batas ekspansi 50 poin, namun indeks tersebut turun tajam dari 59,2 pada bulan Oktober. Selain itu, sektor lapangan kerja juga turun ke level terendah dalam 21 bulan, ungkap laporan tersebut. 

Turut membebani harga, operator Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) pada hari Senin mengatakan bahwa mereka telah melanjutkan pengiriman minyak dari satu titik tambat di terminal Laut Hitam. Berita tersebut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan dari CPC pasca kerusakan akibat serangan drone Ukraina yang memaksa opertaor untuk menghentikan kegiatan operasional pada hari Sabtu lalu. Sebelum serangan itu, ekspor minyak CPC diperkirakan akan meningkat menjadi 1,7 juta bph pada bulan Desember, dari sekitar 1,45 juta bph pada bulan November, kata sumber industri.

Sementara itu, Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Senin mengecam serangan drone yang dilancarkan angkatan laut Ukraina terhadap dua kapal tanker komersial yang menuju pelabuhan Rusia, yang turut berdampak pada situasi pengiriman melalui jalur pelayaran utama Laut Hitam. Kekhawatiran akan serangan lebih lanjut dari Ukraina, dan kemungkinan serangan balasan dari Rusia, meningkatkan biaya asuransi risiko perang, kata sumber-sumber industri. Tarif asuransi risiko perang untuk pengiriman ke pelabuhan Laut Hitam, naik ke kisaran antara 0,65-0,8 persen dibandingkan dengan tarif sekitar 0,6 persen minggu lalu, kata sumber-sumber pengiriman dan asuransi.

Dukungan lainnya datang dari sinyal memanasnya ketegangan antara AS dengan Venezuela yang turut memicu kekhawatiran akan berdampak pada ekspor minyak Venezuela. Presiden AS Donald Trump mengadakan pembicaraan dengan para penasihat utama untuk membahas kampanye tekanan terhadap Venezuela, kata seorang pejabat senior AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - Fed Bowman Speech

 

 

 

22:00

USA - Total Vehicle Sales

 

15.4M

15.3M

22:10

USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index

 

44.2

43.9

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788