| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.04970 | -0.10% |
GBPUSD | 1.26550 | -0.09% |
AUDUSD | 0.64710 | -0.15% |
NZDUSD | 0.58760 | -0.12% |
USDJPY | 149.590 | 0.20% |
USDCHF | 0.88670 | 0.10% |
USDCAD | 1.40470 | 0.04% |
GOLDUD | 2,638.690 | -0.05% |
COFU | 68.16 | -0.21% |
USD/IDR | 15,900 | 0.25% |
Selasa, 03 Desember 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari perkiraan pemangkasan harga jual minyak Saudi dan potensi The Fed untuk tetap menahan suku bunga acuan AS. Meski demikian, eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin memanas memberikan dukungan pada harga minyak.
Eksportir minyak utama Arab Saudi diperkirakan akan memangkas Harga Jual Resmi (OSP) minyak unggulan Arab Light untuk pengiriman bulan Januari ke Asia sekitar 70 hingga 90 sen per barel dari OSP bulan Desember ke level terendah setidaknya dalam empat tahun, kata enam sumber kilang Asia yang disurvei Reuters pada hari Senin. OSP Saudi biasanya dirilis sekitar tanggal lima setiap bulan, namun karena bertepatan dengan jadwal pertemuan rutin OPEC+ bulan Desember ini, maka berpotensi untuk memengaruhi keputusan yang akan diambil oleh kelompok aliansi. Selain itu, OSP Saudi juga menjadi tren harga yang diikuti oleh produsen Timur Tengah lainnya seperti Iran, Kuwait, dan Irak, yang berkontribusi terhadap sekitar 9 juta barel pasokan minyak mentah ke Asia.
Turut membebani harga, Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic pada hari Senin menyatakan bahwa dia berpikiran terbuka tentang apakah akan memangkas suku bunga lagi pada pertemuan Fed bulan Desember, karena saat ini ada risiko yang seimbang antara mempertahankan tingkat lapangan kerja maksimum yang mungkin dan juga menjaga inflasi untuk mencapai target 2%. Pernyataan Bostic itu memicu kekhawatiran bahwa The Fed berpotensi untuk tidak melakukan pemangkasan suka bunga lagi pada pertemuan 17 - 18 Desember mendatang, sebuah langkah yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.
Sementara itu, aksi saling serang antara Israel dengan Hizbullah yang semakin meningkat membuat kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai menjadi semakin diragukan. Pasca serangan Israel pada hari Senin di dua kota di Lebanon selatan, Talousa dan Haris, kelompok Hizbullah menembakkan dua rudal ke lokasi militer Israel di wilayah Shebaa Farms, yang disebut dengan "serangan peringatan defensif". Meskipun tidak ada korban dari serangan rudal Hizbullah itu, tetapi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji akan memberikan tanggapan yang "keras".
Masih dari Timur Tengah, ratusan pejuang Irak yang didukung Iran telah menuju ke Suriah pada hari Senin guna membantu pemerintah memerangi pemberontak yang merebut Aleppo minggu lalu. Menteri Luar Negeri Iran mengatakan siap memberikan dukungan apa pun yang dibutuhkan oleh Suriah. Sinyal eskalasi konflik di Suriah berpotensi menambah kekhawatiran akan situasi geopolitik di Timur Tengah yang saat ini tengah dilanda konflik di Gaza dan Lebanon.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - JOLTs Job Opening |
| 7.48M | 7.443M |
22:10 | USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index |
| 54.1 | 53.2 |