| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1758 | 0.14% |
GBPUSD | 1.3458 | 0.19% |
AUDUSD | 0.6655 | 0.17% |
NZDUSD | 0.5793 | 0.28% |
USDJPY | 157.02 | -0.38% |
USDCHF | 0.7914 | -0.14% |
USDCAD | 1.3743 | -0.03% |
GOLDUD | 4,449.18 | 0.93% |
COFU | 57.95 | -0.07% |
USD/IDR | 16,768 | 0.00% |
Selasa, 23 Desember 2025 - Harga minyak pada perdagangan pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari potensi eskalasi konflik dagang antara China dan Uni Eropa. Selain itu, isyarat memanasnya tensi antara AS dengan China juga turut membebani pergerakan harga.
Tiongkok akan mengenakan bea masuk sementara terhadap produk susu yang diimpor dari Uni Eropa, berkisar antara 21,9 persen hingga 42,7 persen, dan akan mulai diberlakukan pada hari Selasa, ungkap pernyataan dari Kementerian Perdagangan China. Meskipun keputusan yang dibuat hari Senin itu masih bersifat sementara, namun langkah terbaru dari China tersebut mengisyaratkan potensi meluasnya konflik dagang antara Tiongkok dengan Uni Eropa.
Turut membebani harga, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, pada hari Senin mengatakan bahwa penyitaan kapal negara lain oleh AS merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Komentar Li itu menyusul aksi AS mencegat kapal tanker minyak yang menuju China di lepas pantai Venezuela pada akhir pekan lalu. Berita tersebut mengisyaratkan potensi eskalasi konflik antara AS dengan China.
Sementara itu, pasukan Rusia menyerang pelabuhan Odesa di Laut Hitam Ukraina pada Senin malam dan merusak fasilitas pelabuhan serta sebuah kapal, menandai serangan kedua di wilayah tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam. Di hari yang sama, Ukraina menargetkan logistik maritim Rusia, dengan fokus pada kapal tanker minyak armada bayangan yang mencoba menghindari sanksi terhadap Rusia.
Dari Timur Tengah, Israel melancarkan serangan drone yang menargetkan sebuah kendaraan di Lebanon selatan dan menewaskan tiga orang, lapor kantor berita negara NNA. Serangan Israel tersebut sekaligus menandai pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang disepakati pada November tahun lalu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $60 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $55 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Durable Goods Orders MoM |
| -1.5% | 0.5% |
20:30 | USA - GDP Growth Rate QoQ (2nd Est.) |
| 3.2% | 3.8% |
21:15 | USA - Industrial Production MoM |
| 0.1% | 0.1% |
21:15 | USA - Manufacturing Production MoM |
| 0% | -0.2% |
22:00 | USA - CB Consumer Confidence |
| 92 | 88.7 |