| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.04800 | -0.16% |
GBPUSD | 1.26750 | -0.10% |
AUDUSD | 0.63670 | -0.19% |
NZDUSD | 0.57700 | -0.19% |
USDJPY | 152.620 | 0.05% |
USDCHF | 0.89160 | 0.10% |
USDCAD | 1.42200 | 0.11% |
GOLDUD | 2,681.390 | 0.18% |
COFU | 70.06 | -0.06% |
USD/IDR | 15,945 | 0.09% |
Jumat, 13 Desember 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi di level $70 per barel dibayangi beragam sentimen. Pandangan pesimis jangka pendek IEA dan potensi peningkatan tensi China dan AS memberikan tekanan pada harga. Untuk dukungan datang dari komitmen stimulus pemerintah China dan ketidakstabilan situasi geopolitik di Suriah.
Dalam laporan pasar minyak bulanan pada hari Kamis, International Energy Agency (IEA) memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini direvisi turun menjadi 840 ribu bph dari proyeksi sebelumnya sebesar 921 ribu bph. Untuk permintaan tahun 2025 diperkirakan meningkat sebesar 1,1 juta bph pada tahun 2025, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 990 ribu bph. Di sisi pasokan, IEA memproyeksikan akan meningkat sebesar 630 ribu bph pada tahun 2024 dan 1,9 juta bph pada tahun 2025. Proyeksi IEA tersebut memberikan tekanan dalam jangka pendek terhadap pasar minyak melihat dari permintaan yang turun, namun dari sisi pasokan terjadi peningkatan.
Turut membebani pergerakan harga, kementerian pertahanan China pada hari Jumat menegaskan untuk tidak akan bersikap lunak atas aktivitas Taiwan yang dianggap mencari dukungan pasukan asing untuk mencari kemerdekaan. Pernyataan tersebut menyusul kunjungan Presiden Taiwan baru-baru ini ke Hawaii dan wilayah AS di Guam. Sinyal peningkatan tensi tersebut berpotensi turut mendorong tensi antara China dengan AS, yang sejauh ini menunjukkan sikapnya dalam mendukung Taiwan.
Sementara itu, China berjanji akan menambah defisit anggaran, menerbitkan lebih banyak utang, dan melonggarkan kebijakan moneter guna mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil untuk bersiap dalam menghadapi lebih banyak ketegangan perdagangan dengan AS saat Donald Trump kembali menjabat, ungkap pernyataan resmi yang disampaikan dalam pertemuan tahunan para pemimpin tertinggi China pada hari Kamis. Pernyataan tersebut meningkatkan harapan akan pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Dari Timur Tengah, kepala pengawas senjata kimia yang tergabung dalam Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), Fernando Arias pada hari Kamis mengatakan telah melihat sinyal positif untuk mengamankan dan memusnahkan amunisi kimia yang tersisa di Suriah. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan membuat tensi kembali meningkat di Suriah yang situasinya saat ini masih belum stabil pasca keberhasilan kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dalam menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Export Prices MoM |
| -0.2% | 0.8% |
20:30 | USA - Import Prices MoM |
| -0.2% | 0.3% |