Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terdorong Oleh Perkiraan Lanjutan Pengurangan Minyak Sukarela Arab Saudi
Minyak Terdorong Oleh Perkiraan Lanjutan Pengurangan Minyak Sukarela Arab Saudi
Friday, 03 November 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0621

0.03%

GBPUSD

1.2197

0.01%

AUDUSD

0.6433

0.03%

NZDUSD

0.5897

0.03%

USDJPY

150.45

-0.05%

USDCHF

0.9063

-0.12%

USDCAD

1.3735

-0.04%

GOLDUD

1985.4

0.13%

COFU 

82.58

0.15%

USD/IDR

15825

-0.25%

Fokus Crude Oil:

  • Federal Reserve (Fed) AS mempertahankan suku bunga acuannya.
  • Ekspektasi pasar bahwa Arab Saudi Melanjutkan Pengurangan Minyak Secara sukarela pada bulan Desember.

***************************************************************

Jumat, 03 November 2023 – Pergerakan harga minyak mentah melanjutkan kenaikan pada pagi ini ke level $82.58 di tengah ekspektasi perpanjangan produksi minyak secara sukarela oleh Arab Saudi pada bulan Desember dan keputusan The Fed tetap mempertahankan tingkat suku bunga pada pertemuan awal November.

Di sisi pasokan, pelaku pasar memperkirakan eksportir minyak terbesarArab Saudi kemungkinan memulai kembali perpanjangan pengurangan produksi minyak secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga bulan Desember. Perlu diingat bahwa Arab Saudi pertama kali melakukan pemotongan sukarela pada bulan Juli sebagai tambahan dari kesepakatan pembatasan pasokan yang dicapai pada bulan Juni oleh OPEC+. Kerajaan Arab Saudi mengatakan pada bulan September bahwa mereka akan memperpanjang pemotongan tersebut hingga akhir tahun, dan meninjau kembali keputusan tersebut bulanan.

Pada pertemuan hari Rabu, The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran 5,25%-5,50% sesuai dengan perkiraan pasar dan ekspektasi pasar nampaknya yakin bahwa Federal Reserve (Fed) AS akan mengakhiri siklus pengetatan kebijakannya. Jerome Powell mengatakan bahwa suku bunga yang lebih tinggi pada kurva jangka panjang membantu menjaga kondisi moneter tetap ketat. Hal ini, seiring dengan melemahnya Dolar AS, meningkatnya permintaan Minyak, karena kebijakan kenaikan suku bunga yang agresif dapat memperlambat perekonomian dan mengurangi permintaan energi.

Fokus pasar masih mencermati perkembangan di Timur Tengah, yang membuat pasar minyak tetap gelisah karena konflik yang lebih luas dapat mengganggu pasokan di wilayah tersebut. Selain itu juga pasar menanti pertemuan OPEC+ berikutnya pada 26 November di Wina, dimana pada pertemuan terakhir OPEC+, yang mencakup Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya seperti Rusia, dibuat pada bulan Juni sudah membatasi pasokan hingga tahun 2024.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $88.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79.30 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USD - Average Hourly Earnings m/m

-

0.3%

0.2%

19:30

USD - Non-Farm Employment Change

-

178K

336K

19:30

USD - Unemployment Rate

-

3.8%

3.8%

21:00

USD - ISM Services PMI

-

53.0

53.6

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788