| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18680 | 0.09% |
GBPUSD | 1.38340 | 0.10% |
AUDUSD | 0.74390 | 0.11% |
NZDUSD | 0.71330 | 0.07% |
USDJPY | 109.840 | -0.05% |
USDCHF | 0.91490 | -0.11% |
USDCAD | 1.25340 | -0.11% |
GOLDUD | 1822.998 | 0.18% |
COFR | 982399 | -0.04% |
USD/IDR | 14215 | -0.20% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 07 September 2021 - Pasca keputusan Saudi pada hari Minggu yang memangkas harga jual minyak untuk pengiriman bulan Oktober dan memberikan tekanan pada pasar minyak di awal pekan, harga minyak pagi ini terpantau masih bertahan di zona bearish dibebani oleh potensi gelombang ketiga Covid-19 yang diperkirakan akan melanda India pada pertengahan September ini. Meski demikian, ketatnya pasokan AS akibat produsen di Teluk Meksiko yang belum beroperasi secara penuh membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Perdana Menteri Narendra Modi menargetkan peningkatan produksi 50% atau sebesar 15,000 ton oksigen medis per hari sebelum potensi gelombang ketiga Covid-19 yang diperkirakan akan melanda negara konsumen minyak terbesar ketiga dunia tersebut pada pertengahan September nanti. Kementerian Kesehatan India mencatatkan penurunan angka kematian akibat Covid-19 menjadi 219 kematian baru pada hari Senin, yang sekaligus merupakan angka kematian terendah dalam 167 hari.
Sementara itu, kekhawatiran akan terbatasnya pasokan dari AS dalam waktu dekat memberikan dukungan pada harga minyak. Sekitar 1.5 juta bph atau lebih dari 80% produksi minyak di Teluk Meksiko masih belum beroperasi pasca penutupan pekan lalu akibat Badai Ida, ungkap pernyataan dari Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS pada hari Senin. Ketatnya pasokan telah mendorong harga minyak Teluk seperti Mars Blend ke level terkuat dalam beberapa bulan, membuat pemerintah AS membuka akses cadangan minyak mentah darurat negara dan menjual ke setidaknya tiga perusahaan yang biasanya membeli dari platform di Teluk Meksiko, menurut para pedagang.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 960,000 - 940,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||