| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.22080 | -0.02% |
GBPUSD | 1.41690 | 0.01% |
AUDUSD | 0.77530 | -0.14% |
NZDUSD | 0.72400 | -0.22% |
USDJPY | 109.540 | 0.09% |
USDCHF | 0.89760 | 0.04% |
USDCAD | 1.20300 | 0.04% |
GOLDUD | 1907.710 | -0.12% |
COFR | 979830 | 0.74% |
USD/IDR | 14250 | 0.18% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 03 Juni 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan reli bullish dan bergerak di kisaran harga IDR 978,000 - 987,000 per barel. Kenaikan harga minyak didukung oleh meningkatnya permintaan bahan bakar yang dipicu oleh berlangsungnya liburan musim panas. Selain itu, sinyal lambatnya negosiasi antara AS dan Iran meredam kekhawatiran akan potensi pasokan berlebih akibat kembalinya minyak Iran ke pasar global dalam waktu dekat.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 5.36 juta barel, ungkap laporan dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 28 Mei. Laporan tersebut mengindikasikan kenaikan permintaan bahan bakar yang dipicu oleh meningkatnya aktifitas perjalanan selama musim liburan di AS. Sementara untuk angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh badan statistik, Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan untuk stok akan mengalami penurunan sebesar 2.44 juta barel. Selain data stok, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah AS.
Sementara itu, dalam pertemuan putaran kelima negosiasi antara AS dan Iran yang berlangsung pada hari Rabu diputuskan bahwa masih diperlukan pertemuan lanjutan yang diperkirakan akan berlangsung pada 10 Juni. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jalina Porter mengatakan bahwa kepala negosiator AS, Rob Malley, akan segera kembali ke Washington dan menyarankan agar negosiasi tidak terburu-buru. Lambatnya kemajuan pembicaraan nuklir Iran tersebut memicu harapan bahwa kembalinya minyak Iran ke pasar tidak akan secepat yang diperkirakan, terlebih Iran akan mengadakan pemilihan presiden pada 18 Juni mendatang yang berpotensi merubah arah pembicaraan yang telah ada.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 970,000 - 950,000 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |