| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0405 | -0.05% |
GBPUSD | 1.2546 | -0.05% |
AUDUSD | 0.6219 | -0.14% |
NZDUSD | 0.5637 | -0.12% |
USDJPY | 156.83 | 0.04% |
USDCHF | 0.9039 | 0.07% |
USDCAD | 1.4358 | 0.03% |
GOLDUD | 2605.99 | -0.14% |
COFU | 71.15 | 0.25% |
USD/IDR | 16040 | 0.50% |
Selasa, 31 Desember 2024 – Harga minyak menguat ke level $71.15 per barel setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur Tiongkok meningkat pada bulan Desember.
Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur resmi Tiongkok turun ke 50,1 di bulan Desember, dibandingkan dengan 50,3 sebelumnya. Angka ini di bawah konsensus pasar 50,3 pada bulan yang dilaporkan. IMP Non-Manufaktur NBS naik ke 52,2 di bulan Desember dibandingkan dengan 50,0 di bulan November dan estimasi 50,2. Hal ini menunjukkan aktivitas manufaktur Tiongkok meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut, meski dalam kecepatan yang lebih lambat menunjukkan stimulus baru membantu mendukung perekonomian terbesar kedua di dunia. Selain itu, pihak berwenang Tiongkok juga telah setuju untuk mengeluarkan dana sebesar 3 triliun yuan ($411 miliar) yang diharapkan dapat membantu mendukung pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia. Di sisi lain, dalam berita yang beredar, pabrik penyulingan independen di Tiongkok telah menerima 152,49 juta metrik ton kuota impor minyak mentah untuk tahun 2025, yang menunjukkan ekspektasi akan peningkatan permintaan.
Dalam berita yang beredar, Pada hari Minggu, pasukan Israel melakukan serangan terhadap dua rumah sakit di Gaza utara, termasuk serangan di lantai atas Rumah Sakit al-Wafaa di Kota Gaza, yang menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai beberapa orang lainnya. Selain itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon pada hari Senin menyampaikan peringatan tegas kepada kelompok militan Houthi yang didukung Iran di Yaman, mendesak mereka untuk menghentikan serangan rudal terhadap Israel. Ia memperingatkan bahwa mereka dapat menghadapi "nasib tragis" serupa dengan Hamas, Hizbullah, dan Bashar al-Assad di Suriah jika terus melakukan agresi.
Sementara itu, Federal Reserve mengisyaratkan sikap lebih berhati-hati terhadap kemungkinan penurunan suku bunga tambahan pada tahun 2025. Perubahan ini mencerminkan ketidakpastian dalam penyesuaian kebijakan moneter, di tengah harapan terhadap strategi ekonomi yang akan diterapkan oleh pemerintahan Trump mendatang.
Fokusnya kini beralih pada prospek permintaan di tahun 2025. Perkiraan pasar yang akan mengalami kelebihan pasokan pada tahun depan dapat menghambat upaya Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) dan sekutunya untuk mengaktifkan kembali kapasitas produksi yang saat ini tidak terpakai.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68.50 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
9:00pm | US - S&P/CS Composite-20 HPI y/y | - | 4.1% | 4.6% |
9:00pm | US - HPI m/m | - | 0.5% | 0.7% |