| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1043 | -0.12% |
GBPUSD | 1.2727 | -0.05% |
AUDUSD | 0.6814 | -0.07% |
NZDUSD | 0.6323 | -0.28% |
USDJPY | 140.87 | -0.12% |
USDCHF | 0.8410 | 0.20% |
USDCAD | 1.3237 | 0.05% |
GOLDUD | 2062.65 | 0.10% |
COFU | 71.65 | 0.08% |
USD/IDR | 15410 | 0.32% |
Selasa, 2 Januari 2024 - Harga minyak pada pagi ini mengalami kenaikan, hal ini disebabkan oleh perjanjian pemotongan sukarela oleh anggota OPEC+ yang dilakukan pada kuartal pertama tahun 2025.
Harga minyak dunia telah mengalami kenaikan setelah pertemuan terakhir OPEC+ di awal Desember. Kesepakatan untuk mengurangi produksi gabungan minyak mentah hingga sekitar 2,2 juta barel per hari telah memberikan dukungan signifikan pada harga minyak, menciptakan stabilitas yang diperlukan dalam pasar global. Meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Israel dan Hamas, tetap menjadi faktor yang mempengaruhi kenaikan harga, keputusan OPEC+ tersebut memberikan dorongan positif yang berkontribusi pada peningkatan harga minyak dunia.
Pada bulan lalu, dilansir dari EIA peningkatan minyak tejadi di angka 3,4% dalam total permintaan minyak di Amerika Serikat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Situasi ini menciptakan dampak signifikan pada harga minyak, yang mengalami kenaikan. Kabar terbaru dari Reuters pada tanggal 30 Desember mengindikasikan bahwa OPEC+ saat ini sedang mengimplementasikan pemangkasan produksi sekitar 6 juta barel per hari. Pemangkasan ini berkontribusi sekitar 6% dari pasokan minyak global. Kombinasi dari peningkatan permintaan di AS dan langkah-langkah pengurangan produksi oleh OPEC+ telah menciptakan dinamika yang memengaruhi pasar minyak secara global. Perkembangan ini dapat memiliki dampak yang signifikan pada keseimbangan pasokan dan permintaan minyak di masa mendatang.
Namun, di sisi lain, Angola mengumumkan keputusannya untuk keluar dari OPEC. Langkah ini memungkinkan Angola untuk memproduksi minyak sebanyak yang mereka inginkan tanpa pembatasan. Keputusan tersebut memperkuat pandangan bahwa pasokan minyak akan cukup, terutama karena proyeksi permintaan yang terus melemah. Selain itu, keputusan tersebut menambah lapisan ketidakpastian terhadap efektivitas upaya pengurangan produksi oleh OPEC+. Kemudian rig minyak di Amerika Serikat mengalami kenaikan dari 620 menjadi 622, peningkatan ini menjadi faktor yang membebani harga minyak dan penurnan permintaan minyak.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:45 | USD - S&P Global Manufacturing PMI Final | - | 48.2 | 49.4 | |||||