| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08300 | 0.09% |
GBPUSD | 1.27300 | 0.08% |
AUDUSD | 0.66320 | 0.27% |
NZDUSD | 0.61130 | 0.28% |
USDJPY | 156.810 | -0.13% |
USDCHF | 0.90310 | -0.02% |
USDCAD | 1.36770 | -0.05% |
GOLDUD | 2,343.006 | 0.64% |
COFU | 77.91 | -0.42% |
USD/IDR | 16,250 | -0.03% |
Jumat, 31 Mei 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau meredup seiring dengan meningkatnya ketidakpastian jelang berlangsungnya pertemuan OPEC+. Selain itu, isyarat The Fed untuk tidak menurunkan suku bunga, dan melonjaknya persediaan bensin di AS juga menekan pergerakan harga minyak lebih lanjut.
OPEC dan sekutunya sedang menyusun kesepakatan yang kompleks untuk disepakati dalam pertemuan 2 Juni nanti, ungkap tiga sumber OPEC+ pada hari Kamis. Dalam usulan kesepakatan yang dibuat tersebut memungkinkan aliansi untuk memperpanjang sebagian atau seluruh pemotongan sebesar 3,66 juta bph hingga tahun 2025, dan sebagian atau seluruh pemotongan sukarela sebesar 2,2 juta bph hingga kuartal ketiga atau keempat tahun 2024. Berita tersebut meredam keyakinan sebelumnya yang memperkirakan kelompok produsen akan memperpanjang kebijakan output yang dijalankan saat ini hingga akhir tahun.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan pada hari Kamis menyatakan kekhawatiran mengenai risiko kenaikan inflasi meskipun ada pelonggaran baru-baru ini, dan memperingatkan bahwa bank sentral AS harus fleksibel dan tetap mempertimbangkan semua opsi saat memantau data dan menentukan cara merespon. Logan juga mengisyaratkan masih terlalu dini untuk benar-benar memikirkan penurunan suku bunga. Komentar Logan tersebut meredam harapan penurunan suku bunga dalam waktu dekat, sekaligus mengindikasikan potensi penahanan suku bunga stabil dalam waktu lama yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.
Masih dari AS, dalam laporan yang dirilis Kamis malam oleh badan statistik, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 4,2 juta barel. Untuk stok bensin dilaporkan melonjak naik sebesar 2 juta barel. Kenaikan stok bensin tersebut mengindikasikan permintaan yang lebih lemah dibanding ekspektasi awal yang memperkirakan permintaan bahan bakar akan lebih tinggi menjelang akhir pekan panjang Memorial Day, yang menandai dimulainya musim mengemudi saat musim panas di AS.
Sementara itu, dukungan terhadap pasar minyak datang dari konflik di Jalur Gaza yang masih terus memanas. Setelah berhasil menguasai wilayah di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir, pasukan Israel terus meningkatkan serangan dengan melancarkan serangan udara pada Kamis dini hari di kota Rafah di Gaza selatan, serta beberapa daerah lain di wilayah pesisir, ujar petugas medis Gaza pada hari Kamis.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $75 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - PCE Price Index YoY |
| 2.7% | 2.7% |
19:30 | USA - Personal Income MoM |
| 0.3% | 0.5% |
19:30 | USA - Personal Spending MoM |
| 0.3% | 0.8% |
20:45 | USA - Chicago PMI |
| 41.0 | 37.9 |