Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Merosot Dibebani Isyarat Saudi Tingkatkan Produksi
Minyak Merosot Dibebani Isyarat Saudi Tingkatkan Produksi
Friday, 27 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.11760

0.07%

GBPUSD

1.34140

0.06%

AUDUSD

0.68950

0.06%

NZDUSD

0.63260

0.11%

USDJPY

144.800

0.26%

USDCHF

0.84600

-0.12%

USDCAD

1.34630

-0.07%

GOLDUD

2,669.200

0.04%

COFU

67.45

-0.15%

USD/IDR

15,070

0.25%

Fokus Crude Oil:

  • Saudi siap abaikan target harga minyak $100 per barel dan tingkatkan produksi untuk merebut pangsa pasar, ungkap FT.
  • Pertumbuhan laba industri China kembali mengalami kontraksi tajam, anjlok sebesar 17,8% pada bulan Agustus.

***********************************************************

Jumat, 27 September 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak turun hingga menyentuh level di bawah $70 per barel. Isyarat peningkatan output Saudi dan data suram ekonomi China membebani harga minyak. Sementara, potensi koreksi naik didukung oleh sentimen dari efek Badai Helene dan meningkatnya tensi Israel dengan Lebanon.

Arab Saudi bersiap untuk mengabaikan target harga minyak mentah tidak resminya di level $100 per barel, serta meningkatkan produksi guna merebut kembali pangsa pasar, bahkan jika itu melalui harga yang lebih rendah, ungkap surat kabar Financial Times (FT) pada hari Kamis. Selain itu, FT juga menambahkan dari sumber yang memahami pemikiran Saudi bahwa negara produsen terbesar pertama di OPEC itu berkomitmen agar aliansi OPEC dan sekutunya meningkatkan output sesuai rencana pada 1 Desember, bahkan jika hal itu membuat situasi harga minyak rendah bertahan lebih lama.

Turut membebani pergerakan lebih lanjut, laba industri China dilaporkan kembali mengalami kontraksi tajam dengan penurunan sebesar 17,8% secara yoy pada bulan Agustus, setelah sebelumnya mencatat kenaikan 4,1% pada bulan Juli, ungkap Biro Statistik Nasional (NBS). Laporan tersebut menambah serangkaian data suram ekonomi China baru-baru ini, yang mendorong bank sentral mengambil langkah agresif pada hari Jumat dengan memangkas suku bunga dan menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem perbankan, dalam upaya menstimulus pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, laporan terbaru Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS pada hari Kamis mengatakan bahwa produksi sekitar 25% atau 441.923 bph minyak mentah dan 20% atau 363,4 juta kubik gas alam di Teluk Meksiko telah ditutup akibat Badai Helene. Teluk Meksiko sendiri berkontribusi terhadap sekitar 15% dari total produksi minyak AS dan 2% produksi gas alam. Pusat Badai Nasional melaporkan bahwa suhu perairan hangat Teluk Meksiko telah membuat Badai Helene meningkat menjadi badai Kategori 2 pada Kamis pagi.

Sentimen positif lainnya datang dari serangan tak terduga Israel pada hari Kamis di pinggiran ibu kota Beirut, mengabaikan seruan global serta menentang upaya AS untuk melakukan gencatan senjata selama 21 hari. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Jumat mengatakan bahwa militer Israel akan terus menyerang Hizbullah dan tidak akan berhenti sampai tujuannya tercapai.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $65 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Core Price Index MoM

 

0.2%

0.2%

19:30

USA - Personal Income MoM

 

0.4%

0.3%

19:30

USA - Personal Spending MoM

 

0.3%

0.5%

19:30

USA - Wholesale Inventories MoM

 

0.2%

0.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788