Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Tertekan Sinyal Eskalasi Tensi UE - China
Minyak Meredup Tertekan Sinyal Eskalasi Tensi UE - China
Tuesday, 17 December 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05100

0.13%

GBPUSD

1.26830

0.09%

AUDUSD

0.63660

0.09%

NZDUSD

0.57800

0.07%

USDJPY

154.100

-0.17%

USDCHF

0.89380

-0.11%

USDCAD

1.42390

-0.06%

GOLDUD

2,652.250

0.22%

COFU

70.23

-0.06%

USD/IDR

16,000

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Uni Eropa jatuhkan sanksi pada perusahaan China untuk pertama kalinya dalam paket sanksi ke-15 terhadap Rusia.
  • Tim transisi Trump merekomendasikan untuk mencabut dukungan kebijakan emisi dan kendaraan listrik Biden.

***********************************************************

Selasa, 17 Desember 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari potensi eskalasi perang dagang lebih lanjut antara Eropa dan China. Meski demikian, rencana pencabutan kebijakan energi oleh tim Biden, dan sinyal peningkatan konflik antara AS dengan Houthi Yaman memberikan dukungan pada harga.

Dewan Uni Eropa (UE) pada hari Senin telah menyetujui paket sanksi ke-15 terhadap Rusia, yang berlaku untuk 54 individu dan 30 badan hukum, termasuk perusahaan-perusahaan China yang memasok barang-barang dengan fungsi ganda ke Rusia. Tindakan tersebut merupakan pertama kalinya bagi UE dalam menargetkan China, dan sekaligus berpotensi memicu peningkatan ketegangan lebih lanjut antara China dengan UE, yang telah memanas pasca UE menerapkan tarif kendaraan listrik yang lebih tinggi terhadap kendaraan listrik produksi China. 

Sementara itu, tim transisi Donald Trump, Presiden AS yang akan datang, merekomendasikan perubahan besar untuk memutus dukungan bagi kendaraan listrik dan stasiun pengisian daya serta memperkuat langkah-langkah pemblokiran mobil, komponen, dan bahan baterai dari China, ungkap dokumen proposal yang dikutip Reuters. Tim tersebut juga menyerukan penghapusan kredit pajak sebesar $7.500 dari pemerintahan Biden untuk pembelian kendaraan listrik konsumen. Berita tersebut mengindikasikan potensi peningkatan permintaan bahan bakar berbasis fosil di AS.

Turut mendukung pergerakan harga, militer AS melancarkan serangan udara pada hari Senin yang menargetkan fasilitas komando dan kontrol yang dioperasikan oleh Houthi di Yaman, kata Komando Pusat militer AS. Media berita yang dijalankan oleh gerakan Houthi Yaman, Al-Masirah TV, pada Selasa pagi melaporkan bahwa serangan yang dilakukan oleh AS juga menargetkan kompleks al-Ardi di ibu kota Yaman, Sanaa. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Fokus pasar juga tertuju pada pertemuan The Fed tanggal 17-18 Desember, yang diperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan AS sebesar seperempat poin persentase. Suku bunga yang lebih rendah berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, yang diharapkan akan turut meningkatkan permintaan minyak di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Retail Sales MoM

 

0.5%

0.4%

21:15

USA - Industrial Production MoM

 

0.3%

-0.3%

21:15

USA - Manufacturing Production MoM

 

0.5%

-0.5%

22:00

USA - Business Inventories MoM

 

0.1%

0.1%

22:00

USA - NAHB Housing Market Index

 

47

46

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788