Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Tertekan Rencana Trump Serta Isyarat Gencatan Senjata Lebanon
Minyak Meredup Tertekan Rencana Trump Serta Isyarat Gencatan Senjata Lebanon
Tuesday, 26 November 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04930

-0.33%

GBPUSD

1.25670

-0.32%

AUDUSD

0.65030

-0.51%

NZDUSD

0.58440

-0.43%

USDJPY

154.180

0.03%

USDCHF

0.88640

0.15%

USDCAD

1.39840

0.11%

GOLDUD

2,625.400

-0.20%

COFU

69.08

-0.10%

USD/IDR

15,910

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Trump berencana meningkatkan pengeboran minyak di AS, dan mengenakan tarif tambahan 10% untuk semua produk China.
  • Tidak ada hambatan serius yang tersisa untuk mulai menerapkan gencatan senjata, kata wakil ketua parlemen Lebanon.

***********************************************************

Selasa, 26 November 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish turun ke bawah level $70 per barel dibebani oleh rencana Trump untuk meningkatkan produksi minyak AS dan pengenaan tarif tambahan ke China yang berpotensi memicu perang dagang babak baru antara AS dengan China. Selain itu, isyarat gencatan senjata di Lebanon yang semakin menguat juga turut memberikan tekanan pada harga minyak.

Tim transisi Presiden terpilih AS Donald Trump sedang menyusun paket energi untuk dirilis dalam beberapa hari setelah Trump resmi menjabat, yang mencakup rencana menyetujui izin ekspor untuk proyek gas alam cair (LNG) baru dan meningkatkan pengeboran minyak di lepas pantai AS dan di tanah federal, menurut dua sumber yang mengetahui rencana itu. Rencana Trump tersebut mengindikasikan potensi kenaikan pasokan minyak yang lebih tinggi di AS.

Masih dari AS, Trump pada hari Senin mengancam akan mengenakan tarif tambahan 10% untuk semua produk impor asal China saat ia menjabat pada tanggal 20 Januari mendatang, sampai China menghentikan perdagangan gelap obat-obatan terlarang, khususnya fentanil, ke AS. Menanggapi rencana tersebut, Juru Bicara Kedutaan Besar China, Liu Pengyu, menegaskan bahwa telah ada kesepakatan yang dicapai tahun lalu antara Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping untuk memerangi perdagangan narkoba. Liu juga menambahkan bahwa perang dagang atau perang tarif tidak akan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Turut membebani harga, isyarat tercapainya gencatan senjata di Lebanon kian menguat setelah Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan antara kelompok Hizbullah dan Israel dalam waktu dekat, ungkap empat pejabat senior Lebanon pada Senin. Seorang pejabat senior Israel mengatakan rencana diadakannya rapat kabinet pada hari Selasa untuk menyetujui teks kesepakatan tersebut. Wakil ketua parlemen Lebanon, Elias Bou Saab, dengan optimis mengatakan bahwa tidak ada hambatan serius yang tersisa untuk mulai menerapkan gencatan senjata, kecuali Netanyahu berubah pikiran.

Sementara itu, eskalasi konflik di Ukraina terus berlanjut. Pasukan Rusia pada hari Senin meningkatkan intensitas serangan via udara yang menargetkan wilayah timur, selatan dan ibu kota Ukraina. Wali Kota Vitali Klitschko pada hari Selasa mengatakan bahwa serangan terbaru Rusia terhadap infrastruktur energi berpotensi menyebabkan pemadaman listrik panjang di musim dingin di Ukraina.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - House Price Index MoM

 

0.3%

0.3%

22:00

USA - CB Consumer Confidence

 

111.6

108.7

22:00

USA - Richmond Fed Manufacturing Index

 

-10

-14

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788