Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Tertekan Menguatnya Harapan Gencatan Senjata Lebanon
Minyak Meredup Tertekan Menguatnya Harapan Gencatan Senjata Lebanon
Thursday, 31 October 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08550

0.05%

GBPUSD

1.29620

-0.13%

AUDUSD

0.65710

0.12%

NZDUSD

0.59720

0.03%

USDJPY

153.400

0.06%

USDCHF

0.86660

-0.07%

USDCAD

1.39040

-0.03%

GOLDUD

2,787.377

0.02%

COFU

69.10

-0.22%

USD/IDR

15,680

0.19%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC mungkin akan menunda rencana peningkatan produksi pada bulan Desember selama sebulan atau lebih.
  • Aktivitas manufaktur dan non-manufaktur China bulan Oktober mengalami ekspansi, ungkap Biro Statistik Nasional (NBS).

***********************************************************

Kamis, 31 Oktober 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh menguatnya isyarat akan tercapainya gencatan senjata di Lebanon. Meski demikian, harga minyak juga berpotensi menguat didukung oleh kemungkinan penundaan rencana peningkatan produksi OPEC, data ekonomi terbaru China, dan laporan stok EIA.

Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Mikati mengatakan lebih optimis akan arah kesepakatan gencatan senjata dengan Israel pasca berbicara dengan utusan AS untuk Timur Tengah Amos Hochstein, yang akan melakukan perjalanan ke Israel pada hari Kamis. Isyarat gencatan senjata kian menguat didukung oleh sebuah dokumen yang dirilis hari Rabu ke publik oleh KAN, perusahaan penyiar nasional Israel, menunjukkan rancangan proposal perjanjian gencatan senjata yang mengatakan Israel akan menarik pasukannya dari Lebanon dalam minggu pertama gencatan senjata selama 60 hari.

Sementara itu, OPEC dan aliansinya dapat menunda rencana untuk meningkatkan produksi minyak pada bulan Desember sebesar 180.000 bph selama satu bulan atau lebih, ungkap empat sumber yang dikutip Reuters pada hari Rabu. Sumber tersebut juga mengatakan bahwa pertimbangan tersebut dipicu oleh pasar minyak yang belum cukup sehat karena ada kekhawatiran akan permintaan yang melemah dan meningkatnya pasokan di pasar apabila rencana tersebut dijalankan.

Turut mendukung pergerakan lebih lanjut, sebuah survei yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Kamis menunjukkan aktivitas manufaktur dan non-manufaktur China mengalami ekspansi pada bulan Oktober. PMI manufaktur naik menjadi 50,1 pada bulan Oktober dari 49,8 pada bulan September, meningkat untuk pertama kalinya dalam enam bulan. Untuk PMI non-manufaktur meningkat tipis menjadi 50,2 dari 50,0 pada bulan September.

Dalam laporan mingguan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 515 ribu barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2,3 juta barel. Untuk stok bensin juga turun tak terduga sebesar 2,7 juta barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 600 ribu barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Personal Income MoM

 

0.3%

0.2%

19:30

USA - Personal Spending MoM

 

0.4%

0.2%

19:30

USA - Core PCE Price Index MoM

 

0.3%

0.1%

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

230K

227K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1890K

1897K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788