Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Terbebani Isyarat The Fed Pertahankan Suku Bunga
Minyak Meredup Terbebani Isyarat The Fed Pertahankan Suku Bunga
Monday, 13 May 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07720

-0.04%

GBPUSD

1.25210

0.07%

AUDUSD

0.66010

-0.18%

NZDUSD

0.60190

-0.15%

USDJPY

155.730

0.06%

USDCHF

0.90630

0.03%

USDCAD

1.36700

0.11%

GOLDUD

2,362.320

0.02%

COFU

78.18

-0.18%

USD/IDR

16,060

0.09%

Fokus Crude Oil:

  • The Fed pertimbangkan apakah suku bunga cukup tinggi untuk membawa inflasi kembali ke 2%.
  • Irak berkomitmen terhadap pengurangan produksi minyak OPEC dan mengupayakan stabilitas di pasar minyak global.

***************************************************************

Senin, 13 Mei 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari isyarat The Fed untuk mempertahankan tingkat suku bunga saat ini lebih lama. Meski demikian, penegasan komitmen Irak, rilisnya data ekonomi terbaru China, dan eskalasi tensi di Timur Tengah memberikan dukungan pada harga minyak.

Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan suku bunga acuan pada tingkat saat ini lebih lama, setelah pada akhir pekan pejabat The Fed memperdebatkan apakah suku bunga AS cukup tinggi untuk membawa inflasi kembali ke 2%. Banyak pejabat bank sentral AS, termasuk Ketua Fed Jerome Powell, mengatakan kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak diperlukan. Presiden Fed Dallas Lorie Logan bahkan secara tegas menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk memikirkan potensi penurunan suku bunga. Harapan penurunan suku bunga yang memudar turut mengurangi permintaan bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia tersebut.

Sementara itu, Menteri Perminyakan Irak, Hayyan Abdul Ghani, pada hari Minggu menegaskan komitmen Irak untuk memangkas output secara sukarela dan ingin bekerja sama dengan negara anggota lainnya dalam upaya mencapai stabilitas lebih di pasar minyak global. Penegasan komitmen tersebut meredam kekhawatiran sebelumnya di pasar yang dipicu oleh komentar Abdul Ghani yang pada hari Sabtu menyatakan bahwa Irak telah melakukan pengurangan produksi secara sukarela dan tidak akan menyetujui pengurangan tambahan apa pun yang diusulkan oleh kelompok produsen OPEC+ pada pertemuannya di awal Juni.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, data ekonomi terbaru China bulan April menunjukkan kenaikan harga konsumen selama tiga bulan berturut-turut dan harga produsen yang terus menurun, yang mengindikasikan pertumbuhan permintaan domestik di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Dari Timur Tengah dilaporkan eskalasi tensi di wilayah tersebut kian memuncak dipicu oleh Israel yang pada hari Minggu mengirimkan tank ke Jabalia timur di Jalur Gaza utara, setelah pada Sabtu malam memasuki Jabalia dan melakukan pemboman besar-besaran dari udara dan darat, ungkap pejabat kesehatan Palestina. Jabalia sendiri merupakan kamp pengungsi terbesar dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Gaza dan merupakan rumah bagi lebih dari 100.000 warga keturunan Palestina yang diusir dari kota-kota dan desa-desa di tempat yang sekarang menjadi wilayah Israel.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:00

USA - Fed Jefferson Speech

 

 

 

20:00

USA - Fed Mester Speech

 

 

 

21:00

USA - Consumer Inflation Expectations

 

3.1%

3.0%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788