Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Seiring Melemahnya Ancaman Badai Rafael
Minyak Meredup Seiring Melemahnya Ancaman Badai Rafael
Friday, 08 November 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08050

0.05%

GBPUSD

1.29860

0.07%

AUDUSD

0.66720

0.10%

NZDUSD

0.60250

0.13%

USDJPY

152.910

-0.05%

USDCHF

0.87270

-0.07%

USDCAD

1.38600

-0.05%

GOLDUD

2,707.360

0.12%

COFU

72.21

-0.39%

USD/IDR

15,605

0.22%

Fokus Crude Oil:

  • Badai Rafael telah melemah menjadi badai Kategori 2 pada Kamis sore saat melintasi Teluk Meksiko, ungkap Pusat Badai Nasional.
  • Menyusul langkah Fed pangkas suku bunga, sebagian besar bank sentral Timur Tengah juga menurunkan acuannya pada hari Kamis.

***********************************************************

Jumat, 08 November 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi melemah, tertekan oleh sentimen dari meredanya ancaman Badai Rafael dan potensi peningkatan output minyak di negara-negara Teluk.

Pusat Badai Nasional melaporkan bahwa Badai Rafael telah melemah menjadi badai Kategori 2 pada Kamis sore saat melintasi Teluk Meksiko. Berita tersebut memicu ekspektasi bahwa efek kerusakan dari Badai Rafael tidak akan separah yang dikhawatirkan dan aktivitas produsen energi di Teluk Meksiko dapat segera kembali normal. Berdasarkan laporan dari Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS pada hari Kamis, produsen minyak telah menutup sekitar 22% produksi minyak di lokasi pusat energi AS tersebut. 

Turut membebani pergerakan harga, menyusul langkah The Fed yang memutuskan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada hari Kamis, sebagian bank sentral di kawasan Timur Tengah dibawah Dewan Kerjasama Teluk (GCC) juga melakukan langkah serupa. Penurunan suku bunga di kawasan Timur Tengah berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain juga memicu kekhawatiran akan ikut mendorong pertumbuhan di sektor minyak di tengah proyeksi produksi yang lebih tinggi pada tahun depan.

Sementara itu, Israel kembali meningkatkan serangan terhadap Lebanon dan sekaligus memudarkan harapan akan tercapainya gencatan senjata di kawasan Timur Tengah tersebut. Pasukan militer Israel melancarkan serangan terbarunya pada hari Kamis yang menargetkan kota Sidon di Lebanon selatan, dan menewaskan tiga warga Lebanon, melukai tiga tentara Lebanon serta empat personel Malaysia dari pasukan UNIFIL, kata militer Lebanon pada hari Kamis.

Sentimen positif lainnya datang dari pesimisme akan sulit dicapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dibawah desakan pemerintahan Biden. Para pejabat AS kemungkinan akan lebih memilih untuk menunggu pelantikan Trump pada bulan Januari sebelum mengambil langkah politik apapun, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut dan analis independen.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - Michigan Consumer Sentiment

 

71

70.5

22:00

USA - Michigan Inflation Expectations

 

2.7%

2.7%

23:00

USA - Fed Bowman Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788