Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Dipicu Proyeksi Pesimis IEA Serta Keputusan The Fed
Minyak Meredup Dipicu Proyeksi Pesimis IEA Serta Keputusan The Fed
Thursday, 13 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08070

0.05%

GBPUSD

1.27970

0.02%

AUDUSD

0.66620

0.27%

NZDUSD

0.61880

0.06%

USDJPY

156.710

-0.01%

USDCHF

0.89420

-0.02%

USDCAD

1.37220

-0.05%

GOLDUD

2,325.250

0.09%

COFU

78.37

-0.31%

USD/IDR

16,250

0.22%

Fokus Crude Oil:

  • IEA memproyeksikan perlambatan pertumbuhan permintaan minyak global masih akan terus berlanjut.
  • The Fed mempertahankan suku bunga acuan AS tetap stabil dan menunda penurunan suku bunga hingga bulan Desember.

***********************************************************

Kamis, 13 Juni 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari proyeksi pesimis IEA, keputusan The Fed dan laporan stok EIA. Meski demikian, sinyal hambatan pada proses negosiasi gencatan senjata di Gaza yang kembali mencuat, memberikan dukungan pada harga minyak.

Perlambatan pertumbuhan permintaan minyak dunia diproyeksikan akan terus berlanjut, diperkirakan permintaan tahun 2024 sebesar 960.000 bph, lebih rendah 100.000 bph dari perkiraan bulan lalu, ungkap International Energy Agency (IEA) dalam Laporan Bulanan Pasar Minyak bulan Juni yang dirilis hari Rabu. IEA melihat permintaan global akan mencapai titik tertinggi pada tahun 2029 dan mulai menurun pada tahun berikutnya. Di sisi produksi, IEA memperkirakan output global akan meningkat sebesar 100.000 bph di tahun 2024 dan 2025 menjadi masing-masing sebesar 83,5 juta bph dan 84,2 juta bph.

Turut membebani pergerakan harga, The Fed pada hari Rabu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan AS tetap pada kisaran 5,25%-5,50% meskipun inflasi telah menunjukkan sinyal penurunan. Selain itu, dimulainya penurunan suku bunga juga akan ditunda hingga bulan Desember karena perekonomian yang hampir tidak berubah di seluruh dimensi utamanya, tambah The Fed. Pengumuman tersebut memicu pesimisme akan pertumbuhan ekonomi AS karena berpotensi membuat biaya pinjaman tetap tinggi, yang cenderung menghambat pertumbuhan ekonomi dan dapat membatasi permintaan bahan bakar.

Masih dari AS, dalam laporan yang dirilis Rabu malam, badan statistik EIA melaporkan stok minyak mentah AS dalam sepekan naik sebesar 3,7 juta barel, di luar prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,6 juta barel. Untuk stok bensin juga mengalami kenaikan sebesar 2,6 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 1,3 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Rabu mengatakan bahwa Hamas telah mengusulkan banyak perubahan atas proposal gencatan senjata, yang beberapa di antaranya tidak dapat dilaksanakan, namun para mediator bertekad akan mengatasinya. Di hari yang sama, pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, membantah adanya ide-ide baru dari pihaknya, bahkan ia menuding bahwa Israel yang menolak proposal tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - PPI MoM

 

0.1%

0.5%

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1800K

1792K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

225K

229K

23:00

USA - Fed Williams Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788