| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08140 | -0.04% |
GBPUSD | 1.29800 | -0.06% |
AUDUSD | 0.66580 | -0.12% |
NZDUSD | 0.60310 | -0.18% |
USDJPY | 150.830 | 0.03% |
USDCHF | 0.86610 | 0.18% |
USDCAD | 1.38310 | 0.06% |
GOLDUD | 2,719.550 | 0.36% |
COFU | 69.96 | -0.17% |
USD/IDR | 15,505 | 0.29% |
Selasa, 22 Oktober 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari isyarat AS untuk mendorong kembali perundingan gencatan senjata Gaza. Meski demikian, konflik di Timur Tengah yang terus memanas, dan rilisnya data positif ekonomi terbaru China berpotensi mendukung harga minyak kembali menguat.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melakukan kunjungan ke Timur Tengah selama seminggu dalam upaya untuk menghidupkan kembali perundingan gencatan senjata Gaza dan meredakan konflik yang meluas di Lebanon. Israel akan menjadi lokasi pertama yang akan dikunjungi Blinken pada hari Selasa, disusul Yordania pada hari Rabu dan Doha. Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri Vedant Patel pada hari Senin menyatakan optimis akan ada peluang untuk mendorong kemajuan dalam perundingan gencatan senjata tersebut.
Sementara itu, konflik antara Israel dengan Iran berpotensi meningkat pasca Presiden AS Joe Biden secara diam-diam telah mengisyaratkan persetujuan dan dukungan eksplisit untuk agresi militer Israel terhadap Iran, kata misi Iran untuk PBB pada hari Senin. Dalam surat kepada Dewan Keamanan PBB, misi Iran di PBB juga menuding bahwa AS harus bertanggung jawab penuh atas tindakan agresi yang akan dilakukan oleh Israel terhadap Iran nantinya.
Masih dari Timur Tengah, juru bicara militer Israel pada hari Senin mengatakan bahwa pasukannya telah menyerang peluncur yang bertanggung jawab untuk menembakkan roket dari Lebanon setelah sebelumnya kelompok Hizbullah mengatakan telah melancarkan sedikitnya 30 serangan yang menargetkan posisi militer Israel di Israel utara dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Sentimen positif lainnya datang dari rilisnya data resmi terbaru Biro Statistik Nasional pada hari Selasa yang menunjukkan tingkat pengangguran di kalangan pemuda China berusia 16 hingga 24 tahun, tidak termasuk pelajar, turun menjadi 17,6% pada bulan September dari 18,8% pada bulan sebelumnya. Data tersebut memicu harapan akan pemulihan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - Richmond Fed Manufacturing Index |
| -18 | -21 |
21:00 | USA - Richmond Fed Services Revenues Index |
| -2 | -1 |