| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09760 | -0.07% |
GBPUSD | 1.27960 | -0.06% |
AUDUSD | 0.67080 | -0.37% |
NZDUSD | 0.61820 | -0.34% |
USDJPY | 139.440 | 0.09% |
USDCHF | 0.86900 | 0.05% |
USDCAD | 1.32230 | 0.06% |
GOLDUD | 1,941.990 | -0.10% |
COFU | 79.84 | -0.25% |
USD/IDR | 15,050 | 0.17% |
Jumat, 28 Juli 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh beberapa sentimen negatif antara lain potensi ketegangan baru antara AS dengan China, kekhawatiran resesi ekonomi di Eropa, serta kebijakan pemangkasan upah di China. Meski demikian, data positif ekonomi AS membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Dalam sebuah laporan intelijen yang dirilis hari Kamis, AS menuding China telah membantu Rusia untuk menghindari sanksi Barat dan kemungkinan juga memberi Moskow teknologi militer dan penggunaan ganda untuk digunakan dalam perang di Ukraina. Tudingan AS tersebut berpotensi memicu ketegangan baru antara AS dan China yang dapat menghambat proses pemulihan ekonomi global.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadikan suku bunga deposito ECB mencapai 3.75% atau level tertinggi sejak tahun 2000. Kenaikan yang sekaligus merupakan kali kesembilan berturut-turut tersebut meningkatkan kekhawatiran akan potensi resesi ekonomi di Uni Eropa.
Sentimen negatif lainnya datang dari kebijakan terbaru pemerintah China yang pada hari Kamis mengumumkan kebijakan terbaru yaitu pemangkasan upah terutama bagi pekerja kerah putih di China dengan total mencapai $57 triliun. Para ekonom menilai langkah penghematan tersebut akan membebani kepercayaan konsumen dan meningkatkan risiko deflasi di ekonomi terbesar kedua dunia itu.
Sementara itu, Departemen Perdagangan AS pada hari Kamis melaporkan bahwa PDB kuartal II AS tumbuh sebesar 2.4%, melebihi ekspektasi awal di 1.8%, yang mengindikasikan bahwa kinerja ekonomi AS bertumbuh lebih cepat dari yang diharapkan dan sekaligus meredam kekhawatiran akan ancaman resesi di negara ekonomi terbesar pertama dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Core PCE Price Index MoM |
| 0.2% | 0.3% |
19:30 | USA - Personal Income MoM |
| 0.5% | 0.4% |
19:30 | USA - Personal Spending MoM |
| 1.1% | 1.2% |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Final |
| 72.6 | 64.4 |
21:00 | USA - Michigan Consumer Expectations Final |
| 69.4 | 61.5 |
21:00 | USA - Michigan Inflation Expectations Final |
| 3.4% | 3.3% |