Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Mentah Tertekan Di Tengah Ekspektasi Pengetatan The Fed
Minyak Mentah Tertekan Di Tengah Ekspektasi Pengetatan The Fed
Tuesday, 07 November 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0715

-0.10%

GBPUSD

1.2342

-0.06%

AUDUSD

0.649

-0.28%

NZDUSD

0.5962

-0.23%

USDJPY

150.05

0.03%

USDCHF

0.8991

0.03%

USDCAD

1.3698

0.08%

GOLDUD

1978.0

-0.19%

COFU 

82.58

-0.57%

USD/IDR

15550

0.16%

Fokus Crude Oil:

  • Arab Saudi dan Rusia menegaskan kembali pengurangan pasokan.
  • Pasar menunggu data Tiongkok untuk mengukur permintaan.

***************************************************************

Selasa, 07 November 2023 – Pergerakan harga minyak mentah mengalami penurunan pada pagi ini ke level $80.70 di tengah kekhawatiran atas lemahnya permintaan di Tiongkok dan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga The Fed.

Pelaku pasar menunggu rilisnya data impor dan ekspor Tiongkok untuk bulan Oktober pada hari ini. Selain itu, data pinjaman bank, kredit dan inflasi harga konsumen (CPI) utama akan dirilis pada hari Kamis. Hal ini mejadi fokus pasar untuk memberi lebih banyak isyarat tentang permintaan komoditas di importir minyak terbesar di dunia ini dan pola belanja negara tersebut.

Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada hari Senin bahwa bank sentral AS kemungkinan memiliki lebih banyak pekerjaan ke depan untuk mengendalikan inflasi. Namun dia menambahkan: "Kita belum sepenuhnya menyelesaikan masalah inflasi. Masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan untuk menyelesaikannya." Komentar Kashkari menunjukkan bahwa dia masih cenderung menaikkan suku bunga lagi. Pada pertemuan minggu lalu The Fed mempertahankan target suku bunga jangka pendek semalam tidak berubah di antara 5,25% dan 5,5% dan mempertahankan opsi untuk menaikkan suku bunga lagi karena inflasi masih jauh di atas target 2%.

Sentimen positif datang dari sisi ketatnya pasokan, dimana pada pertemuan Minggu, Arab Saudi mengkonfirmasi bahwa mereka akan melanjutkan pemotongan sukarela tambahan dari 1 juta barel per hari (bph) yang berarti produksi sekitar 9 juta barel per hari untuk bulan Desember. Sejalan dengan itu, Moskow juga mengumumkan melanjutkan upaya pengurangan pasokan sukarela tambahan sebesar 300.000 barel per hari dari ekspor minyak mentah dan produk minyak bumi hingga akhir Desember.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77.50 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:00

USD - FOMC Member Kashkari Speaks

-

-

-

20:00

USD - FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

20:30

USD - Trade Balance

-

-59.7B

-58.3B

22:00

USD - FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788