| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0473 | -0.06% |
GBPUSD | 1.2590 | -0.06% |
AUDUSD | 0.6510 | -0.08% |
NZDUSD | 0.5857 | -0.29% |
USDJPY | 154.51 | -0.04% |
USDCHF | 0.8863 | 0.02% |
USDCAD | 1.3968 | 0.05% |
GOLDUD | 2669.67 | 0.37% |
COFU | 70.18 | 0.07% |
USD/IDR | 15905 | 0.00% |
Jumat, 22 November 2024 – Harga minyak menguat pada pagi ini ke level $70.18 per barel setelah Rusia meluncurkan rudal balistik ke Ukraina. Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa konflik tersebut berpotensi berkembang menjadi perang global akibat dukungan militer Barat terhadap Ukraina.
Dalam berita yang beredar, Presiden Vladimir Putin, yang mengatakan Rusia menanggapi penggunaan rudal AS dan Inggris dengan menembakkan rudal balistik jarak menengah hipersonik jenis baru ke fasilitas militer Ukraina, memperingatkan Barat bahwa Moskow dapat melakukan pembalasan lebih lanjut pasca Ukraina menyerang Rusia dengan enam ATACMS setelah mendapat persetujuan pemerintahan Presiden Joe Biden pada 19 November. Selain itu, Rusia sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia, menghadapi ancaman terhadap infrastrukturnya akibat serangan drone Ukraina yang menargetkan kilang-kilang minyak utama. Meski demikian, pasokan global tetap didukung oleh produksi Rusia yang mencapai 9 juta barel per hari bulan ini, meskipun ada larangan impor dan pembatasan produksi dari OPEC+.
Di sisi pasokan minyak mentah, laporan mingguan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah di Amerika Serikat untuk pekan yang berakhir 15 November meningkat 0,545 juta barel, dibandingkan dengan peningkatan 2,089 juta barel pada pekan sebelumnya dan perkiraan pelaku pasar pada peningkatan sebesar 0,400 juta barel.
Di sisi lain, Tiongkok pada hari Kamis mengumumkan langkah-langkah kebijakan untuk mendukung impor energi di tengah ancaman tarif dari AS. Langkah ini dianggap sebagai upaya menjaga stabilitas pasar energi meski permintaan global melemah akibat perlambatan ekonomi dan kebijakan suku bunga tinggi di berbagai negara.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66.50 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:25 AM | US - FOMC Member Goolsbee Speaks | - | - | - |
12:30 AM | US - FOMC Member Hammack Speaks | - | - | - |
4:40 AM | US FOMC Member Barr Speaks | - | - | - |
9:45 PM | US - Flash Manufacturing PMI | - | 48.8 | 48.5 |
9:45 PM | US - Flash Services PMI | - | 55.2 | 55.0 |
10:00 PM | US Revised UoM Consumer Sentiment | - | 74.0 | 73.0 |
10:00 PM | US - Revised UoM Inflation Expectations | - | 2.6% | 2.6% |