Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meningkat Akibat Kekhawatiran Pasokan Seiring Meningkatnya Perang Rusia dan Ukraina
Minyak Meningkat Akibat Kekhawatiran Pasokan Seiring Meningkatnya Perang Rusia dan Ukraina
Friday, 22 November 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0473

-0.06%

GBPUSD

1.2590

-0.06%

AUDUSD

0.6510

-0.08%

NZDUSD

0.5857

-0.29%

USDJPY

154.51

-0.04%

USDCHF

0.8863

0.02%

USDCAD

1.3968

0.05%

GOLDUD

2669.67

0.37%

COFU 

70.18

0.07%

USD/IDR

15905

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Ketegangan Geopolitik Rusia dan Ukraina.
  • Tiongkok mengumumkan langkah-langkah kebijakan untuk meningkatkan perdagangan.

***********************************************************

Jumat, 22 November 2024 – Harga minyak menguat pada pagi ini ke level $70.18 per barel setelah Rusia meluncurkan rudal balistik ke Ukraina. Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa konflik tersebut berpotensi berkembang menjadi perang global akibat dukungan militer Barat terhadap Ukraina.

Dalam berita yang beredar, Presiden Vladimir Putin, yang mengatakan Rusia menanggapi penggunaan rudal AS dan Inggris dengan menembakkan rudal balistik jarak menengah hipersonik jenis baru ke fasilitas militer Ukraina, memperingatkan Barat bahwa Moskow dapat melakukan pembalasan lebih lanjut pasca Ukraina menyerang Rusia dengan enam ATACMS setelah mendapat persetujuan pemerintahan Presiden Joe Biden pada 19 November. Selain itu, Rusia sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia, menghadapi ancaman terhadap infrastrukturnya akibat serangan drone Ukraina yang menargetkan kilang-kilang minyak utama. Meski demikian, pasokan global tetap didukung oleh produksi Rusia yang mencapai 9 juta barel per hari bulan ini, meskipun ada larangan impor dan pembatasan produksi dari OPEC+.

Di sisi pasokan minyak mentah, laporan mingguan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah di Amerika Serikat untuk pekan yang berakhir 15 November meningkat 0,545 juta barel, dibandingkan dengan peningkatan 2,089 juta barel pada pekan sebelumnya dan perkiraan pelaku pasar pada peningkatan sebesar 0,400 juta barel.

Di sisi lain, Tiongkok pada hari Kamis mengumumkan langkah-langkah kebijakan untuk mendukung impor energi di tengah ancaman tarif dari AS. Langkah ini dianggap sebagai upaya menjaga stabilitas pasar energi meski permintaan global melemah akibat perlambatan ekonomi dan kebijakan suku bunga tinggi di berbagai negara.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66.50 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:25 AM

US - FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

12:30 AM

US - FOMC Member Hammack Speaks

-

-

-

4:40 AM

US FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

9:45 PM

US - Flash Manufacturing PMI

-

48.8

48.5

9:45 PM

US - Flash Services PMI

-

55.2

55.0

10:00 PM

US Revised UoM Consumer Sentiment

-

74.0

73.0

10:00 PM

US - Revised UoM Inflation Expectations

-

2.6%

2.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788