Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Dipicu Optimisme OPEC Serta Potensi Penurunan Suku Bunga
Minyak Menguat Dipicu Optimisme OPEC Serta Potensi Penurunan Suku Bunga
Thursday, 11 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08300

0.07%

GBPUSD

1.28470

0.10%

AUDUSD

0.67470

0.21%

NZDUSD

0.60820

0.20%

USDJPY

161.630

-0.04%

USDCHF

0.89950

-0.10%

USDCAD

1.36180

-0.03%

GOLDUD

2,371.360

0.16%

COFU

82.40

0.45%

USD/IDR

16,210

-0.19%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC pertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tetap bullish di tahun 2024 dan 2025.
  • Fed akan menurunkan suku bunga kapanpun jika sudah siap, terlepas dari kalender politik apapun, kata Powell.

***********************************************************

Kamis, 11 Juli 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari optimisme OPEC akan pertumbuhan permintaan minyak, meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga AS pada bulan September, dan laporan EIA. Meski demikian, sinyal lesu ekonomi China membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

OPEC optimis untuk tetap mempertahankan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global yang bullish hingga tahun depan, dengan mempertimbangkan ekspektasi akan berlanjutnya ekspansi ekonomi dan peningkatan tajam aktivitas perjalanan udara di bulan-bulan musim panas. Permintaan diperkirakan akan meningkat sebesar 2,25 juta bph pada tahun 2024 dan sebesar 1,85 juta bph pada tahun 2025, ungkap Laporan Pasar Minyak Bulanan OPEC yang dirilis hari Rabu. Kedua angka tersebut tidak berubah dari perkiraan pertama yang dirilis pada bulan Januari 2024.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Ketua The Fed Jerome Powell pada hari Rabu menegaskan bahwa bank sentral AS akan membuat keputusan suku bunga "kapan dan jika" diperlukan, murni berdasarkan data ekonomi, dan tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain, termasuk faktor politik. Komentar Powell tersebut memicu ekspektasi penurunan suku bunga dapat dilakukan pada bulan September, bukan karena didorong oleh tindakan politik menjelang pemilihan presiden musim gugur. Suku bunga yang lebih rendah akan menurunkan biaya pinjaman, sehingga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan juga permintaan minyak.

Sentimen positif lainnya datang dari laporan yang dirilis Rabu malam oleh EIA yang menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin AS dalam sepekan mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,4 juta barel dan 2 juta barel untuk pekan yang berakhir 5 Juli. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.

Sementara itu, pertumbuhan PDB China pada Kuartal II diperkirakan akan meningkat 5,1% atau melambat dibanding pertumbuhan sebesar 5,3% pada Kuartal I, dan sekaligus merupakan yang terlemah sejak Kuartal III tahun 2023, ungkap survei para analis yang dilakukan Reuters pada hari Rabu. Lesunya permintaan konsumen akibat krisis sektor properti, kenaikan harga konsumen, dan perselisihan dagang dengan negara Barat dianggap menjadi pemicu perlambatan tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Inflation Rate YoY

 

3.1%

3.3%

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1860K

1858K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

240K

238K

22:30

USA - Fed Bostic Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788