| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08710 | 0.18% |
GBPUSD | 1.27430 | 0.16% |
AUDUSD | 0.64030 | 0.37% |
NZDUSD | 0.59150 | 0.46% |
USDJPY | 145.840 | -0.22% |
USDCHF | 0.87820 | -0.10% |
USDCAD | 1.35450 | -0.15% |
GOLDUD | 1,888.790 | 0.27% |
COFU | 79.58 | 0.64% |
USD/IDR | 15,300 | 0.00% |
Jumat, 18 Agustus 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari langkah tak terduga China yang melakukan penarikan minyak dari stok strategis, potensi hambatan dalam upaya Venezuela meningkatkan produksi, serta peningkatan tensi di jalur pelayaran Laut Hitam.
China dilaporkan telah menarik persediaan minyak sekitar 510 ribu bph pada bulan Juli lalu karena impor melemah dan pemrosesan kilang tetap tinggi untuk memenuhi permintaan domestik yang meningkat dan lonjakan ekspor bahan bakar olahan, sekaligus menandai kali pertama dalam 33 bulan China memanfaatkan stok strategisnya.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, dianggap gagal dalam upaya mengurangi kebocoran minyak di Danau Maracaibo maupun penggunaan gas di Monagas, sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Presiden Nicolas Maduro pada bulan Juli lalu, kutip Reuters dari sumber industri, dan dokumen internal PDVSA. Kondisi tersebut berpotensi menghambat rencana PDVSA untuk meningkatkan produksi minyak menjadi 1 juta bph pada akhir tahun nanti.
Sentimen positif lain datang dari ketegangan yang terjadi di jalur pelayaran Laut Hitam pasca dua kapal perang Rusia dilaporkan berhasil menggagalkan serangan drone yang dilakukan Ukraina di dekat Krimea pada hari Kamis, ungkap kementerian pertahanan Rusia.
Sementara itu, dalam laporan hasil riset yang dirilis oleh Citigroup pada hari Kamis memperkirakan reli kenaikan harga minyak yang terjadi baru-baru ini kemungkinan akan segera berakhir setelah musim panas ini, bahkan Citigroup memproyeksikan pasar minyak akan mengalami surplus sebesar 200 ribu bph pada tahun ini, dan surplus 1.8 juta bph pada tahun depan. Badai merupakan satu-satunya faktor yang dapat mengubah prospek pasokan menjadi lebih ketat setelah berlalunya musim panas, tambahnya. Jika badai tidak terwujud, Citigroup melihat harga minyak jenis Brent dapat mencapai rata-rata $78 per barel pada kuartal IV dan $68 - $77 per barel pada tahun 2024.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
24:00 | USA - Baker Hughes Oil Rig Count |
|
| 525 |
24:00 | USA - Baker Hughes Total Rig Count |
|
| 654 |