Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Dipicu Isyarat Meningkatnya Intensitas Serangan Israel
Minyak Menguat Dipicu Isyarat Meningkatnya Intensitas Serangan Israel
Friday, 28 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07010

-0.08%

GBPUSD

1.26370

-0.05%

AUDUSD

0.66460

-0.21%

NZDUSD

0.60820

-0.28%

USDJPY

160.740

0.13%

USDCHF

0.89850

0.11%

USDCAD

1.36990

0.16%

GOLDUD

2,327.500

0.08%

COFU

81.86

0.28%

USD/IDR

16,390

0.09%

Fokus Crude Oil:

  • Sebagai tahap akhir melawan Hamas, Israel perintahkan warga Palestina di Shejaia untuk mengungsi ke selatan.
  • Aktivitas manufaktur China mengalami penurunan yang berkepanjangan di bulan Juni, ungkap hasil survei Reuters.

***********************************************************

Jumat, 28 Juni 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh eskalasi tensi di Timur Tengah yang dipicu oleh isyarat peningkatan intensitas serangan Israel ke Kota Gaza. Meski demikian, pesimisme pertumbuhan ekonomi China dan penyelidikan terhadap produsen minyak AS membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Pasukan Israel pada Kamis sore menyerbu masuk ke pemukiman warga Palestina di distrik Shejaia di utara Kota Gaza dan memerintahkan warga mengungsi ke selatan agar menghindari operasinya yang dikatakan sebagai tahap akhir operasi melawan kelompok Hamas. Berita tersebut mengindikasikan potensi peningkatan intensitas serangan Israel di kota Gaza dalam beberapa waktu mendatang.

Masih dari Timur Tengah, sebuah kapal dagang yang menuju kota Dammam di Arab Saudi dilaporkan terkena serangan rudal di Laut Merah di lepas pantai Yaman pada hari Kamis. Ketegangan di jalur Laut Merah akibat serangan dari kelompok Houthi Yaman tersebut berpotensi meningkat seiring dengan intensitas serangan Israel ke Kota Gaza dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, dalam sebuah survei yang dilakukan Reuters terhadap 19 ekonom pada hari Kamis, diperkirakan aktivitas manufaktur di China kemungkinan akan mengalami kontraksi untuk bulan kedua pada bulan Juni. Pesimisme hasil survei itu dipicu oleh rilisnya beberapa data ekonomi China yang suram baru-baru ini serta meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dengan UE dan AS.

Sentimen negatif lainnya datang dari Komite Anggaran Senat AS yang pada hari Kamis melakukan penyelidikan terhadap produsen minyak dalam negeri terkait atas tuduhan kolusi harga dengan OPEC. Produsen yang diselidiki termasuk Exxon Mobil, Chevron, ConocoPhillips, BP, Shell dan 12 perusahaan energi lainnya. Tindakan tersebut menguatkan pernyataan sebelumnya dari pejabat AS bahwa Presiden Biden ingin melakukan segala upaya guna memastikan harga bahan bakar tetap rendah menjelang pemilihan Presiden AS pada bulan November mendatang.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - PCE Price Index YoY

 

2.6%

2.7%

19:30

USA - Personal Income MoM

 

0.4%

0.3%

19:30

USA - Personal Spending MoM

 

0.3%

0.2%

20:45

USA - Chicago PMI

 

40

35.4

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment Final

 

65.8

69.1

23:00

USA - Fed Bowman Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788