Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Didukung Sinyal Positif Ekonomi AS Serta China
Minyak Menguat Didukung Sinyal Positif Ekonomi AS Serta China
Friday, 26 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08450

0.11%

GBPUSD

1.28510

-0.06%

AUDUSD

0.65360

-0.09%

NZDUSD

0.58840

-0.05%

USDJPY

153.930

-0.14%

USDCHF

0.88160

-0.12%

USDCAD

1.38230

-0.09%

GOLDUD

2,363.850

0.31%

COFU

78.35

0.24%

USD/IDR

16,275

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Ekonomi AS tumbuh sebesar 2,8% pada kuartal kedua, menandai kenaikan dua kali lipat dari pertumbuhan 1,4% kuartal pertama.
  • Bank sentral China kembali merilis stimulus berupa pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah.

***********************************************************

Jumat, 26 Juli 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sinyal positif perekonomian AS dan China. Meski demikian, desakan dari AS pada Israel untuk segera merampungkan kesepakatan gencatan senjata, membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal kedua lebih cepat dari yang diharapkan seiring kenaikan yang solid dalam belanja konsumen dan investasi bisnis. PDB meningkat sebesar 2,8% pada kuartal kedua, menandai peningkatan sebesar dua kali lipat dari laju pertumbuhan 1,4% pada kuartal pertama, ungkap Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan pada hari Kamis. Data tersebut mengindikasikan bahwa ekonomi AS jauh lebih kuat dari yang diperkirakan oleh pasar, sehingga memberikan harapan akan pertumbuhan ekonomi di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia tersebut.

Turut mendukung harga lebih lanjut, bank sentral China (PBOC) pada hari Kamis merilis 200 miliar yuan ($27,5 miliar) dalam bentuk pinjaman satu tahun dengan suku bunga pinjaman sebesar 2,30%, turun 20 basis poin dari suku bunga pinjaman yang diumumkan pada awal pekan. Langkah tersebut mengisyaratkan komitmen otoritas dalam memberikan stimulus yang lebih besar guna menopang pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. 

Sentimen positif lainnya datang dari pernyataan kepala bagian perminyakan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis yang mengatakan bahwa tidak ada gesekan dengan OPEC+ dan bahwa eksportir minyak terbesar kedua di dunia akan mengompensasi kelebihan produksinya. Pernyataan tersebut meredam spekulasi terjadinya perpecahan internal di dalam aliansi produsen OPEC pasca pengumuman Rusia pada hari Rabu yang melaporkan output bulan Juni melampui kuota yang disepakati.

Sementara itu, Wakil Presiden AS Kamala Harris pada hari Kamis memberikan tekanan pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membantu mencapai kesepakatan gencatan senjata Gaza, dengan sikap yang lebih keras dibanding yang dilakukan oleh Presiden Joe Biden.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - PCE Price Index YoY

 

2.5%

2.6%

19:30

USA - Personal Income MoM

 

0.4%

0.5%

19:30

USA - Personal Spending MoM

 

0.3%

0.2%

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment Final

 

66

68.2

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788