| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.06220 | -0.19% |
GBPUSD | 1.27470 | -0.29% |
AUDUSD | 0.65340 | -0.37% |
NZDUSD | 0.59250 | -0.42% |
USDJPY | 154.600 | 0.19% |
USDCHF | 0.88150 | 0.06% |
USDCAD | 1.39440 | 0.08% |
GOLDUD | 2,606.200 | -0.30% |
COFU | 67.98 | 0.41% |
USD/IDR | 15,740 | 0.19% |
Rabu, 13 November 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh harapan akan meningkatnya permintaan minyak dari China dan India. Selain itu eskalasi konflik antara Israel dengan Hizbullah juga turut memberikan dukungan pada harga minyak.
Penyulingan terbaru China Shandong Yulong Petrochemical resmi mengoperasikan unit minyak mentah 200.000 bph yang baru dimulai pada sekitar 90% dan bertujuan untuk memulai uji coba pada unit kedua dengan kapasitas yang sama pada bulan Januari, kata sumber perdagangan pada hari Selasa. Berita tersebut mengindikasikan potensi peningkatan permintaan impor minyak mentah China dan produksi produk olahannya pada tahun 2025.
Masih dari sisi permintaan, Indian Oil Corp berharap dapat menyelesaikan perluasan kilang minyaknya di Panipat, Gujarat, dan Barauni pada Desember tahun depan, kata sumber yang mengetahui informasi tersebut pada hari Selasa. Perluasan kilang minyak tersebut dilakukan dalam upaya India untuk meningkatkan kapasitas kilang minyaknya hingga 450 juta ton per tahun, dari sekitar 249 juta ton per tahun, atau sekitar 5 juta bph, saat ini. Berdasarkan data dari EIA, India menduduki posisi sebagai importir minyak terbesar ketiga di dunia, yang berkontribusi sekitar 5,05 juta bph atau 5% dari pasar minyak global.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, konflik antara Israel dan Hizbullah memuncak ditandai dengan aksi saling serang antara kedua pihak tersebut. Pasukan militer Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan pinggiran selatan Beirut pada hari Selasa, yang menjadi salah satu serangan terberatnya di Lebanon. Kelompok Hizbullah membalas serangan Israel dengan meluncurkan drone yang ditujukan ke pangkalan militer Israel di sebelah timur Nahariya.
Sementara itu, dalam laporan bulanan yang dirilis hari Selasa, OPEC memproyeksikan permintaan minyak dunia akan naik sebesar 1,82 juta bph pada tahun 2024, turun dari pertumbuhan 1,93 juta bph yang diproyeksikan pada bulan lalu. OPEC juga memangkas estimasi pertumbuhan permintaan global 2025 menjadi 1,54 juta bph dari 1,64 juta bph. Pemangkasan tersebut sekaligus menandai revisi penurunan keempat berturut-turut dari aliansi produsen tersebut untuk prospek 2024.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Core Inflation Rate MoM |
| 0.3% | 0.3% |
20:30 | USA - Inflation Rate MoM |
| 0.2% | 0.2% |
21:45 | USA - Fed Logan Speech |
|
|
|