| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.21930 | -0.08% |
GBPUSD | 1.42050 | -0.16% |
AUDUSD | 0.77480 | -0.10% |
NZDUSD | 0.72910 | -0.29% |
USDJPY | 109.800 | 0.07% |
USDCHF | 0.89650 | 0.13% |
USDCAD | 1.20600 | 0.21% |
GOLDUD | 1896.660 | -0.12% |
COFR | 956381 | 0.25% |
USD/IDR | 14285 | 0.18% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 28 Mei 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau melaju bullish di kisaran harga IDR 954,000 - 963,000 per barel, didukung oleh sentimen menjelang liburan Memorial Day di AS pada akhir pekan ini yang memicu harapan akan meningkatnya permintaan bahan bakar. Meski demikian, ancaman tambahan pasokan minyak dari Iran membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Menjelang liburan Memorial Day yang akan berlangsung pada akhir pekan ini, American Automobile Association (AAA) memperkirakan akan terjadi lonjakan 60% atau sebanyak 37 juta pengguna jalan raya dibanding dengan jumlah pengguna jalan raya saat pandemi tahun lalu sebanyak 23 juta pengguna. AAA juga menambahkan bahwa permintaan bensin AS yang berjalan saat ini sekitar 9.48 juta bph atau tertinggi sejak Maret 2020.
Serangan ransomware di Colonial Pipeline pada awal bulan ini yang menyebabkan penutupan sistem berhari-hari oleh jaringan bahan bakar terbesar di AS tersebut juga turut memicu kenaikan harga bahan bakar di AS. Data terbaru dari perusahaan jasa pelacak bahan bakar, GasBuddy menunjukkan bahwa sekitar 6,000 pompa bensin masih tanpa bahan bakar minggu ini, dimana status kosong tersebut hampir 40% di pompa bensin di Washington dan lebih dari 20% tersebar di pompa bensin North Carolina, Georgia dan South Carolina. Energy Information Administration (EIA) melaporkan harga bensin eceran rata-rata saat ini sekitar $3.04 per galon secara nasional yang merupakan harga tertinggi sejak 2014.
Sementara itu, ancaman tambahan pasokan minyak global dari Iran membebani pasar minyak. Proyek terminal dan pipa minyak, Goureh-Jask yang dikembangkan oleh Kementerian Perminyakan Iran dilaporkan telah rampung minggu lalu dan siap untuk mengirimkan minyak mentah pertamanya pada bulan Juni sekitar 350,000 bph, yang akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 1 juta bph setelah tiga bulan. Pipa tersebut akan memungkinkan Iran untuk mengangkut minyak dalam jumlah besar dari ladang minyak utamanya tanpa harus melewati jalur perairan Selat Hormuz di Teluk Persia yang menjadi rute transit minyak utama dunia.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 970,000 - 990,000 per barel serta kisaran Support di IDR 945,000 - 925,000 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
19:30 | | | | | |
19:30 | | | | | |
19:30 | | | | | |
19:30 | | | | | |
21:00 | | | | | |