| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1770 | 0.14% |
GBPUSD | 1.3496 | 0.11% |
AUDUSD | 0.6695 | 0.48% |
NZDUSD | 0.5821 | 0.21% |
USDJPY | 156.50 | -0.29% |
USDCHF | 0.7889 | -0.10% |
USDCAD | 1.3670 | -0.10% |
GOLDUD | 4,542.66 | -1.55% |
COFU | 57.81 | 0.16% |
USD/IDR | 16,763 | 0.07% |
Selasa, 30 Desember 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari kekhawatiran gangguan pasokan yang dipicu oleh potensi eskalasi tensi geopolitik di Iran, kembali meredupnya harapan kesepakatan damai Ukraina, dan penurunan produksi minyak di Kazakhstan.
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengatakan bahwa AS dapat mendukung serangan besar lainnya terhadap Iran jika negara itu melanjutkan pembangunan kembali program nuklirnya. Trump juga menambahkan bahwa respon AS kali ini mungkin lebih kuat daripada sebelumnya saat AS melancarkan serangan besar-besaran pada bulan Juni. Komentar Trump yang dilontarkan pasca bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu memicu kekhawatiran akan mendorong eskalasi tensi lebih lanjut antara Iran dengan AS dan Israel.
Turut mendukung harga, sinyal meningkatnya tensi Rusia - Ukraina turut meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Senin menuduh Ukraina telah mencoba menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin di Rusia utara dengan melancarkan 91 drone jarak jauh, yang semuanya berhasil dihancurkan Rusia. Lavrov mengatakan bahwa target serangan balasan terhadap Ukraina telah dipilih. Selain itu, Lavrov menambahkan bahwa serangan itu membuat Rusia perlu merevisi kembali posisi negosiasinya dengan Ukraina.
Dukungan lainnya datang dari laporan yang menunjukkan produksi minyak di Kazakhstan turun sekitar 6% pada bulan Desember, yang sebagian besar diakibatkan oleh penurunan di ladang minyak Tengiz milik Chevron setelah serangan drone Ukraina merusak terminal ekspor Laut Hitam Rusia, kata sumber industri pada hari Senin. Produksi di ladang minyak Tengiz di barat laut Kazakhstan di pantai timur laut Laut Kaspia telah menurun sebesar 10% menjadi 719.800 barel per hari pada 1-28 Desember, kata sumber tersebut.
Sementara itu, Arab Saudi diperkirakan akan kembali menurunkan harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Februari ke pembeli di Asia sebesar $0,10 hingga $0,30 per barel, ungkap hasil survei Reuters terhadap enam sumber penyulingan yang berbasis di Asia.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $60 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $55 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - S&P/Case Shiller Home Price YoY |
| 1.1% | 1.4% |
21:00 | USA - Home Price MoM |
| 0.1% | 0% |
21:45 | USA - Chicago PMI |
| 39.5 | 36.3 |