Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Melaju Bullish Dipicu Potensi Meluasnya Wilayah Konflik Timur Tengah
Minyak Melaju Bullish Dipicu Potensi Meluasnya Wilayah Konflik Timur Tengah
Thursday, 06 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08670

0.21%

GBPUSD

1.27850

0.15%

AUDUSD

0.66480

0.39%

NZDUSD

0.61840

0.34%

USDJPY

156.080

-0.26%

USDCHF

0.89360

-0.29%

USDCAD

1.36930

-0.18%

GOLDUD

2,354.780

0.60%

COFU

74.30

0.17%

USD/IDR

16,280

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Israel siap mengambil tindakan tegas untuk memulihkan keamanan di wilayah Israel utara, kata Netanyahu pada hari Rabu.
  • Aktivitas ekspor China bulan Mei diproyeksikan tumbuh sebesar 6% seiring membaiknya permintaan luar negeri.

***************************************************************

Kamis, 06 Juni 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh potensi meluasnya wilayah konflik di Timur Tengah seiring dengan meningkatnya intensitas tensi antara Israel dengan Hizbullah di tengah berlangsungnya konflik di Jalur Gaza. Selain itu, optimisme akan pertumbuhan ekonomi China juga menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Konflik antara Hizbullah dengan Israel, yang terjadi bersamaan dengan konflik di Jalur Gaza, memicu peningkatan tensi di wilayah Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Rabu menegaskan bahwa Israel siap untuk mengambil tindakan yang sangat keras di Israel utara, guna memulihkan keamanan di wilayah yang menjadi sasaran Hizbullah, sekutu dari kelompok Hamas. Di hari yang sama, kelompok asal Lebanon itu mengumumkan beberapa rencana serangan, termasuk serangan peluru kendali yang menargetkan sistem pertahanan udara Iron Dome Israel di Ramot Naftali.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, ekspor China bulan Mei diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dengan estimasi peningkatan sebesar 6% secara tahunan, naik dari proyeksi sebelumnya di bulan April di angka 1,5%, ungkap survei terhadap 32 pakar ekonomi yang dilakukan Reuters pada hari Rabu. Proyeksi positif tersebut didukung oleh sinyal membaiknya permintaan luar negeri, yang diharapkan akan menopang pemulihan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Sementara itu, Saudi Aramco pada hari Rabu mengumumkan harga jual resmi (OSP) minyak mentah Arab Light untuk penyerahan bulan Juli ke tujuan Asia yang dipangkas turun sebesar 50 sen menjadi $2,40 per barel, yang sekaligus menandai penurunan pertama sejak Februari. OSP Aramco biasanya dijadikan acuan harga bagi produsen Timur Tengah lain seperti UEA, Iran, Kuwait, dan Irak, yang bersama Saudi secara total mempengaruhi pasokan sekitar 12 juta bph minyak mentah ke Asia.

Sentimen negatif lainnya datang dari laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 1,2 juta barel, di luar prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2,3 juta barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 2,1 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 1,9 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS meskipun liburan musim mengemudi saat musim panas telah dimulai.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Trade Balance

 

$-76.1B

$-69.4B

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1790K

1791K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

220K

219K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788