| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08830 | 0.05% |
GBPUSD | 1.27190 | 0.07% |
AUDUSD | 0.65740 | -0.09% |
NZDUSD | 0.61080 | -0.08% |
USDJPY | 147.510 | -0.03% |
USDCHF | 0.86280 | -0.09% |
USDCAD | 1.35160 | 0.07% |
GOLDUD | 2,012.690 | -0.04% |
COFU | 75.30 | 0.16% |
USD/IDR | 15,700 | 0.06% |
Kamis, 25 Januari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh beberapa sentimen positif diantaranya kebijakan terbaru stimulus ekonomi China, laporan stok dari EIA, dan ditambah dengan eskalasi tensi di Timur Tengah khususnya di Laut Merah.
Gubernur Bank Sentral China (PBOC), Pan Gongsheng, pada hari Rabu mengumumkan pemangkasan besar cadangan devisi bank mulai 5 Februari mendatang, sebuah langkah yang memungkinkan suntikan stimulus ke pasar sebesar $140 miliar. Selain itu, PBOC juga akan merilis kebijakan peningkatan pinjaman properti komersial yang akan diumumkan pada Rabu atau Kamis malam. Dua kebijakan tersebut memicu harapan akan lebih banyak stimulus dan pemulihan ekonomi lain yang tentunya akan membantu pemulihan di negara ekonomi terbesar kedua dunia itu.
Di sisi pasokan, badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam melaporkan persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun drastis sebesar 9.23 juta barel, dan stok bensin dilaporkan naik sebesar 4.91 juta barel untuk pekan yang berakhir 19 Januari. EIA mengatakan bahwa penurunan stok tersebut disebabkan oleh badai musim dingin yang mengganggu aktifitas perjalanan dan memaksa kegiatan kilang ditutup sehingga mendorong penurunan disisi produksi sebesar 1 juta bph menjadi 12,3 juta bph, penurunan terbesar sejak September 2021. EIA juga menambahkan bahwa dalam periode seminggu selama berlangsungnya badai musim dingin, stok di pusat pengiriman minyak mentah Cushing, Oklahoma, turun sebesar 2 juta barel, yang mengindikasikan penurunan tajam minyak mentah impor.
Sentimen positif lainnya, situasi di Laut Merah yang terus memanas memberikan dukungan pada harga minyak. Pasukan Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal balistik ke beberapa kapal Angkatan Laut AS pada hari Rabu di Selat Bab al-Mandab. Angkatan Laut AS tersebut ditugaskan untuk mengawal dua kapal komersial yang dioperasikan oleh Maersk Line dan membawa kargo militer AS. Akibat serangan rudal itu kedua kapal serta beberapa kapal Angkatan Laut AS terpaksa menangguhkan transit via Laut Merah dan berbalik arah kembali ke Teluk Aden. Perkembangan situasi tersebut kian menambah kekhawatiran akan keamanan jalur pelayaran via Laut Merah.
Sementara itu, AS mendesak agar China juga dapat turut serta dalam menekan Iran agar mengekang aksi Houthi Yaman, yang bersekutu dengan Iran, untuk menghentikan serangan yang menargetkan kapal-kapal komersial di Laut Merah. Akan tetapi, AS mengatakan hanya melihat sedikit tanda bantuan dari China, kata para pejabat AS pada hari Rabu yang dikutip Financial Times.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:00 | USA - Building Permits Final |
| 1.495M | 1.467M |
20:30 | USA - Durable Goods Orders MoM |
| 1.1% | 5.4% |
20:30 | USA - GDP Growth Rate QoQ |
| 2% | 4.9% |
20:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1828K | 1806K |
20:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 200K | 187K |
22:00 | USA - New Home Sales |
| 0.645M | 0.590M |