| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1710 | 0.15% |
GBPUSD | 1.3528 | 0.15% |
AUDUSD | 0.6703 | 0.22% |
NZDUSD | 0.5779 | 0.35% |
USDJPY | 156.79 | -0.33% |
USDCHF | 0.7926 | -0.24% |
USDCAD | 1.3776 | -0.10% |
GOLDUD | 4,427.63 | 0.74% |
COFU | 58.34 | -0.45% |
USD/IDR | 16,743 | 0.00% |
Selasa, 06 Januari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari isyarat keseriusan AS untuk membangun kembali infrastruktur sektor minyak Venezuela, yang berpotensi menambah pasokan di pasar minyak global. Selain itu, sinyal memanasnya tensi China dengan AS juga turut membatasi pergerakan minyak.
Presiden Donald Trump pada hari Senin mengatakan kemungkinan AS untuk mensubsidi perusahaan energi guna membangun kembali infrastruktur energi Venezuela dalam sebuah proyek yang diperkirakan dapat memakan waktu kurang dari 18 bulan. Komentar tersebut mengisyaratkan keseriusan Trump untuk membangun industri infrastruktur minyak Venezuela, yang sekaligus mengindikasikan potensi tambahan pasokan dari negara pemilik cadangan minyak terbukti terbesar di dunia itu.
Masih terkait Venezuela, Menteri Energi Chris Wright berencana bertemu dengan perwakilan dari perusahaan minyak besar seperti Chevron, ConocoPhillips, dan ExxonMobil pada akhir pekan ini untuk membahas Venezuela, ungkap dua sumber pada hari Senin yang dikonfirmasi oleh CBS News. Salah satu sumber mengatakan bahwa pertemuan itu diperkirakan akan berlangsung pada hari Kamis.
Turut membebani harga, tensi antara China dengan AS kembali menunjukkan memanas yang dipicu oleh penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer AS pada akhir pekan lalu. Presiden Tiongkok Xi Jinping pada hari Senin mendesak semua negara untuk mematuhi hukum internasional dan prinsip-prinsip PBB. Desakan Xi tersebut menyusul kritik keras yang sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, yang menekankan bahwa tidak ada negara mana pun dapat bertindak sebagai polisi dunia atau mengklaim sebagai hakim dunia.
Sementara itu, pasukan militer Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan daerah-daerah di Lebanon selatan dan timur pada hari Senin, dengan alasan daerah tersebut merupakan lokasi infrastruktur bagi kelompok Hizbullah dan Hamas. Serangan tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah karena terjadi beberapa hari sebelum pertemuan komandan militer Lebanon dengan pemerintah Lebanon untuk membahas mengenai pelucutan senjata Hizbullah di daerah-daerah di sepanjang perbatasan dengan Israel.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:45 | USA - S&P Global Services PMI Final |
| 52.9 | 54.1 |