Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Lesu Terpukul Oleh Pesimisme Prospek Ekonomi China
Minyak Lesu Terpukul Oleh Pesimisme Prospek Ekonomi China
Tuesday, 08 August 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10000

-0.18%

GBPUSD

1.27840

-0.22%

AUDUSD

0.65700

-0.35%

NZDUSD

0.61050

-0.43%

USDJPY

142.470

0.58%

USDCHF

0.87240

0.18%

USDCAD

1.33670

0.17%

GOLDUD

1,936.260

-0.21%

COFU

82.53

-0.53%

USD/IDR

15,215

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Ekspor China kemungkinan akan berkontraksi lebih lanjut di bulan Juli, turun ke level terburuk sejak Februari 2020.
  • AS tandatangani undang-undang sebagai prakarsa pertama pakta perdagangan AS dengan Taiwan.

***************************************************************

Selasa, 08 Agustus 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish di bebani oleh sentimen dari pesimisme akan prospek pertumbuhan ekonomi China, memanasnya tensi lebih lanjut antara AS dan China, serta pernyataan dari Aramco yang meredam kekhawatiran pasar.

Ekspor China diperkirakan akan berkontraksi lebih lanjut pada bulan Juli, turun sebesar 12.5% secara tahunan dan menandai kinerja terburuk sejak Februari 2020, ungkap survei terbaru terhadap para ekonom yang dilakukan oleh Reuters pada hari Senin. Pesimisme akan pertumbuhan ekonomi China sekaligus membuat prospek pertumbuhan ekonomi global ikut meredup.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, setelah pada akhir pekan kemarin mengisyaratkan rencana untuk membatasi investasi ke China mulai minggu depan, Presiden AS Joe Biden pada hari Senin menandatangani undang-undang sebagai prakarsa pertama pakta perdagangan antara AS dengan Taiwan. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatkan tensi lebih lanjut antara AS dengan China yang telah memanas dalam beberapa waktu terakhir dan berpotensi menghambat pemulihan ekonomi global.

Sentimen negatif lainnya datang dari pernyataan CEO Saudi Aramco, Amin Nasser yang pada hari Senin mengatakan bahwa pasokan minyak ke pelanggan tetap memadai meskipun dengan adanya pemotongan produksi minyak sukarela baru-baru ini oleh kerajaan. Selain itu, Nasser juga melihat sinyal positif bahwa permintaan global tetap kuat dan permintaan China akan terus tumbuh. Pernyataan Nasser tersebut meredam kekhawatiran akan potensi ketatnya pasokan di pasar akibat pemangkasan produksi yang dilakukan oleh OPEC+.

Sementara itu, perusahaan minyak milik negara China, Shaanxi Yanchang Petroleum Group, diperkirakan akan menggandakan pembelian minyak campuran ESPO Rusia tahun ini menjadi sekitar 1 juta ton, ungkap dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. Rencananya perusahaan akan memulai unit pemrosesan minyak yang berkapasitas 50 ribu bph di kilangnya di provinsi Shaanxi. Dengan demikian total pembelian YanChang sepanjang tahun ini menjadi sekitar 600-700 ribu ton atau sekitar 4.4 juta barel hingga 5.1 juta barel, ungkap salah satu sumber.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

90.6

91.0

19:30

USA - Trade Balance

 

$-65B

$-69B

21:00

USA - Wholesale Inventories MoM

 

-0.3%

-0.3%

21:00

USA - IBD/TIPP Economic Optimism

 

43.0

41.3

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788