Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Lesu Dipicu Kehati-hatian Fed Pangkas Suku Bunga Tahun Depan
Minyak Lesu Dipicu Kehati-hatian Fed Pangkas Suku Bunga Tahun Depan
Thursday, 19 December 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.03520

-0.10%

GBPUSD

1.25750

-0.04%

AUDUSD

0.62160

-0.10%

NZDUSD

0.56220

-0.07%

USDJPY

154.800

0.03%

USDCHF

0.90080

0.04%

USDCAD

1.44460

0.03%

GOLDUD

2,587.440

0.73%

COFU

69.60

-0.14%

USD/IDR

16,130

0.50%

Fokus Crude Oil:

  • The Fed turunkan suku bunga, sesuai ekspektasi, namun isyaratkan lebih sedikit pemotongan pada tahun depan.
  • Badan Perlindungan Lingkungan AS setujui rencana pelarangan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin pada tahun 2035.

***********************************************************

Kamis, 19 Desember 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dipicu oleh isyarat bank sentral AS untuk melakukan lebih sedikit pemangkasan pada tahun depan. Selain itu, pembatasan penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin di beberapa negara bagian AS, dan laporan stok EIA turut membebani pergerakan minyak.

Bank sentral AS memangkas suku bunga pada hari Rabu sebesar 25 basis poin seperti yang diharapkan, namun diperlukan kehati-hatian untuk melakukan pemangkasan lebih lanjut, kata Ketua Federal Reserve Jerome Powell pasca pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal. Powell juga melihat bahwa kebijakan Trump berpotensi menambah tekanan inflasi, sehingga ada potensi lebih sedikit pemotongan suku bunga tahun depan. Perlambatan laju pemangkasan suku bunga pada tahun 2025, berpotensi ikut memengaruhi permintaan bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.

Turut membebani harga, Badan Perlindungan Lingkungan AS pada hari Rabu mengatakan telah menyetujui rencana penting California untuk menghentikan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin pada tahun 2035 dan mengharuskan setidaknya 80% kendaraan baru menjadi kendaraan listrik sepenuhnya pada saat itu. Aturan California ini telah diadopsi oleh 11 negara bagian lainnya, termasuk New York, Massachusetts, dan Oregon.

Dari sisi pasokan, badan statistik EIA pada Rabu malam merilis laporan resmi untuk pekan yang berakhir 13 Desember, yang menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 934 ribu barel, lebih rendah dari ekspektasi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 1,7 juta barel. Untuk stok bensin naik sebesar 2,35 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan kenaikan sebesar 2 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasi permintaan yang masih lesu di pasar energi AS.

Sementara itu, sebagian besar bank sentral di bawah Dewan Kerjasama Teluk pada hari Rabu melakukan pemangkasan suku bunga acuan, menyusul keputusan serupa dari bank sentral AS. Dua ekonomi utama di kawasan itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Penurunan suku bunga memicu harapan akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di negara produsen Timur Tengah.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - GDP Growth Rate QoQ

 

2.8%

3%

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

230K

242K

20:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1890K

1886K

22:00

USA - Existing Home Sales

 

4.07M

3.96M

22:30

USA - CB Leading Index MoM

 

-0.1%

-0.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788