Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kembali Tertekan Pasca Rilisnya Proyeksi Pesimis EIA
Minyak Kembali Tertekan Pasca Rilisnya Proyeksi Pesimis EIA
Wednesday, 14 January 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1645

-0.08%

GBPUSD

1.3428

-0.08%

AUDUSD

0.6689

-0.18%

NZDUSD

0.5743

-0.23%

USDJPY

159.06

0.25%

USDCHF

0.8000

0.20%

USDCAD

1.3880

0.13%

GOLDUD

4,591.49

0.63%

COFU

61.12

-0.23%

USD/IDR

16,870

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • EIA proyeksikan persediaan minyak global akan terus meningkat dan penurunan harga selama dua tahun ke depan.
  • Venezuela mulai kembali melanjutkan produksi seiring dimulainya kembali ekspor minyak, kata tiga sumber.

************************************************************

Rabu, 14 Januari 2026 - Harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish pagi ini terbebani oleh sentimen pasca rilisnya proyeksi pesimis EIA. Selain itu, kembali dimulainya produksi di Venezuela, dan laporan terbaru grup industri API juga turut menjadi katalis yang membebani pergerakan harga.

Pasokan minyak global diperkirakan akan mencapai 107,65 juta bph pada tahun 2026, atau naik dari perkiraan 106,28 juta bph pada tahun 2025, ungkap EIA dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek untuk bulan Januari 2026 yang dirilis pada hari Selasa. Produksi diperkirakan akan meningkat lebih lanjut menjadi 108,18 juta bph pada tahun 2027, tambah EIA. Selain itu, di sisi harga minyak WTI diproyeksikan akan turun menjadi $49,34 per barel pada Q4-2026, dari sekitar $58 per barel pada awal tahun 2026, kemudian akan mencapai titik terendah di $49 per barel pada Q1-2027, dan rata-rata harga di sekitar $50,36 per barel sepanjang tahun 2027.

Turut membebani harga, perusahaan energi negara Venezuela, PDVSA, kembali menginstruksikan untuk melanjutkan produksi dari ladang minyak yang sempat ditutup pasca AS memberlakukan blokade pengiriman minyal pada bulan Desember lalu, ungkap tiga sumber pada hari Selasa. Selain itu, dua kapal tanker super yang masing-masing membawa sekitar 1,8 juta barel minyak mentah dilaporkan meninggalkan perairan Venezuela pada hari Senin, dan kapal tanker minyak ketiga yang berlayar pada hari Selasa menuju Karibia, ungkap data pelacakan kapal LSEG.

Di sisi stok, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 5,27 juta barel pada penutupan pekan yang berakhir 9 Januari, yang sekaligus menandai peningkatan stok terbesar sejak akhir Oktober. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa menyerukan agar warga Iran harus terus melanjutkan aksi protes nasional dan mengambil alih lembaga negara. Trump juga mengisyaratkan pengiriman bantuan ke Teheran, serta memperingatkan agar para pengunjuk rasa tidak dieksekusi, atau AS akan mengambil “tindakan tegas” sebagai tanggapan. Sinyal eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran akan turut mengganggu pasokan minyak dari wilayah Timur Tengah itu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - PPI MoM

 

0.3%

0.3%

20:30

USA - Retail Sales MoM

 

0.4%

0%

22:00

USA - Existing Home Sales

 

4.2M

4.13M

22:00

USA - Business Inventories MoM

 

0.2%

0.2%

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-2.2M

-3.831M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

7.702M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788