| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1645 | -0.08% |
GBPUSD | 1.3428 | -0.08% |
AUDUSD | 0.6689 | -0.18% |
NZDUSD | 0.5743 | -0.23% |
USDJPY | 159.06 | 0.25% |
USDCHF | 0.8000 | 0.20% |
USDCAD | 1.3880 | 0.13% |
GOLDUD | 4,591.49 | 0.63% |
COFU | 61.12 | -0.23% |
USD/IDR | 16,870 | 0.00% |
Rabu, 14 Januari 2026 - Harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish pagi ini terbebani oleh sentimen pasca rilisnya proyeksi pesimis EIA. Selain itu, kembali dimulainya produksi di Venezuela, dan laporan terbaru grup industri API juga turut menjadi katalis yang membebani pergerakan harga.
Pasokan minyak global diperkirakan akan mencapai 107,65 juta bph pada tahun 2026, atau naik dari perkiraan 106,28 juta bph pada tahun 2025, ungkap EIA dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek untuk bulan Januari 2026 yang dirilis pada hari Selasa. Produksi diperkirakan akan meningkat lebih lanjut menjadi 108,18 juta bph pada tahun 2027, tambah EIA. Selain itu, di sisi harga minyak WTI diproyeksikan akan turun menjadi $49,34 per barel pada Q4-2026, dari sekitar $58 per barel pada awal tahun 2026, kemudian akan mencapai titik terendah di $49 per barel pada Q1-2027, dan rata-rata harga di sekitar $50,36 per barel sepanjang tahun 2027.
Turut membebani harga, perusahaan energi negara Venezuela, PDVSA, kembali menginstruksikan untuk melanjutkan produksi dari ladang minyak yang sempat ditutup pasca AS memberlakukan blokade pengiriman minyal pada bulan Desember lalu, ungkap tiga sumber pada hari Selasa. Selain itu, dua kapal tanker super yang masing-masing membawa sekitar 1,8 juta barel minyak mentah dilaporkan meninggalkan perairan Venezuela pada hari Senin, dan kapal tanker minyak ketiga yang berlayar pada hari Selasa menuju Karibia, ungkap data pelacakan kapal LSEG.
Di sisi stok, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 5,27 juta barel pada penutupan pekan yang berakhir 9 Januari, yang sekaligus menandai peningkatan stok terbesar sejak akhir Oktober. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa menyerukan agar warga Iran harus terus melanjutkan aksi protes nasional dan mengambil alih lembaga negara. Trump juga mengisyaratkan pengiriman bantuan ke Teheran, serta memperingatkan agar para pengunjuk rasa tidak dieksekusi, atau AS akan mengambil “tindakan tegas” sebagai tanggapan. Sinyal eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran akan turut mengganggu pasokan minyak dari wilayah Timur Tengah itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - PPI MoM |
| 0.3% | 0.3% |
20:30 | USA - Retail Sales MoM |
| 0.4% | 0% |
22:00 | USA - Existing Home Sales |
| 4.2M | 4.13M |
22:00 | USA - Business Inventories MoM |
| 0.2% | 0.2% |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -2.2M | -3.831M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| 7.702M |