| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.06030 | 0.05% |
GBPUSD | 1.22850 | 0.07% |
AUDUSD | 0.64310 | 0.06% |
NZDUSD | 0.60440 | 0.10% |
USDJPY | 148.700 | -0.02% |
USDCHF | 0.90420 | -0.06% |
USDCAD | 1.35820 | 0.07% |
GOLDUD | 1,859.390 | -0.06% |
COFU | 85.96 | 0.17% |
USD/IDR | 15,720 | 0.08% |
Rabu, 11 Oktober 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi naik tipis didukung oleh potensi eskalasi ketegangan politik antara Israel dengan Palestina, serta ditambah dengan isyarat kerjasama yang lebih erat antar Rusia dengan Irak. Meski demikian, laporan dari IMF membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Selasa mengkritik AS yang memindahkan kelompok kapal induk, USS Gerald R. Ford, lebih dekat ke Israel, karena dikhawatirkan hal itu akan menyebabkan terjadinya “pembantaian serius” di Gaza. Erdogan sebelumnya mengatakan bahwa Turki siap menjadi penengah untuk meredakan ketegangan geopolitik yang terjadi antara Israel dan Palestina, yang diawali oleh serangan militan Hamas ke Israel pada hari Sabtu pekan lalu.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu Perdana Menteri Irak Mohammed Shia Al-Sudani di Kremlin pada hari Selasa dan memuji kerja sama antara negara-negara mereka di kelompok produsen minyak utama OPEC+, dengan mengatakan bahwa hal itu telah membantu menstabilkan pasar energi. Pertemuan tersebut mengisyaratkan kerjasama yang lebih erat antara para anggota OPEC+, terlebih Irak merupakan produsen minyak terbesar kedua OPEC setelah Arab Saudi.
Sementara itu, dalam laporan Outlook Ekonomi Dunia terbaru yang dirilis hari Selasa, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan China dan zona euro dan mengatakan pertumbuhan global secara keseluruhan tetap rendah dan tidak merata meskipun ada apa yang disebutnya sebagai “kekuatan luar biasa” dari perekonomian AS.Selain itu, IMF mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB riil global pada tahun 2023 tidak berubah sebesar 3,1%, namun memangkas perkiraan tahun 2024 menjadi 2.9% dari perkiraan bulan Juli sebesar 3.0%. Output dunia tumbuh 3.5% pada tahun 2022.
Untuk indikator pasar dalam waktu dekat yang dipantau pelaku adalah laporan stok minyak dan bensin yang akan dirilis oleh grup industri, American Petroleum Institute (API) dan badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA). Laporan stok minyak dan bensin dirilis terlambat dari jadwal biasanya karena berlangsungnya libur perayaan hari Columbus di AS pada awal pekan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $88 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $84 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
18:00 | USA - MBA Mortgage Applications |
|
| -6% |
19:30 | USA - PPI MoM |
| 0.3% | 0.7% |
19:30 | USA - Core PPI MoM |
| 0.2% | 0.2% |