Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kembali Bangkit Didukung Data Ekonomi China Serta Eskalasi Konflik Israel - Hamas
Minyak Kembali Bangkit Didukung Data Ekonomi China Serta Eskalasi Konflik Israel - Hamas
Wednesday, 18 October 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05730

0.06%

GBPUSD

1.21820

-0.08%

AUDUSD

0.63630

0.11%

NZDUSD

0.58960

0.05%

USDJPY

149.800

-0.07%

USDCHF

0.90000

-0.08%

USDCAD

1.36460

-0.04%

GOLDUD

1,922.700

0.95%

COFU

86.41

1.41%

USD/IDR

15,725

-0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal III lampaui perkiraan pasar, ungkap data dari Biro Statistik Nasional.
  • Konflik Israel - Hamas kian memuncak pasca serangan rudal menewaskan sekitar 500 warga Palestina di rs kota Gaza.

***************************************************************

Rabu, 18 Oktober 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh beberapa sentimen positif diantaranya data positif pertumbuhan ekonomi China, potensi meluasnya konflik Isarel - Hamas, serta laporan stok API.

Perekonomian China tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal III, PDB tumbuh sebesar 4.9% sepanjang bulan Juli - September dibandingkan tahun sebelumnya, melebihi prediksi awal pasar yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 4.4%, ungkap data terbaru yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional pada hari Rabu. Dilihat secara kuartal, PDB tumbuh sebesar 1.3% pada kuartal ketiga, meningkat dari revisi 0.5% pada kuartal kedua dan di atas perkiraan pertumbuhan sebesar 1.0%. Selain itu, pertumbuhan penjualan ritel, yang merupakan indikasi konsumsi, juga melampaui ekspektasi, naik 5.5% bulan lalu, dan meningkat dari kenaikan 4.6% di bulan Agustus. Analis memperkirakan penjualan ritel akan meningkat 4.9%.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, konflik Israel dan militan Hamas kian memanas setelah sekitar 500 warga Palestina tewas dalam ledakan di sebuah rumah sakit di Kota Gaza pada hari Selasa. Kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran mengecam serangan yang dilakukan Israel tersebut dan menyerukan “hari kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya” pada hari Rabu, ketika protes meletus di luar kedutaan AS di Beirut hanya beberapa jam setelah kejadian tersebut. Selain itu, Yordania membatalkan pertemuan puncak yang akan diselenggarakannya dengan Presiden AS Joe Biden serta para pemimpin Mesir dan Palestina, yang membuat potensi solusi diplomatik atas konflik Israel - Hamas meredup dan sekaligus memicu kekhawatiran akan potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.

Sentimen positif lainnya, persediaan minyak mentah dan bensin AS dalam sepekan mengalami penurunan masing-masing sebesar 4.38 juta barel dan 1.58 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri, American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 13 Oktober. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA).

Sementara itu, Pemerintah Venezuela dan oposisi politiknya pada hari Selasa menyetujui jaminan pemilu untuk pemilihan presiden tahun 2024, membuka jalan bagi kemungkinan keringanan sanksi AS yang dapat meningkatkan pasokan minyak ke pasar minyak global.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

0.300M

10.176M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.097M

-1.313M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788