| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1861 | 0.30% |
GBPUSD | 1.3657 | 0.17% |
AUDUSD | 0.6919 | 0.16% |
NZDUSD | 0.5965 | 0.17% |
USDJPY | 154.63 | -0.28% |
USDCHF | 0.7747 | -0.09% |
USDCAD | 1.3695 | -0.13% |
GOLDUD | 5,015.63 | 1.40% |
COFU | 61.22 | -0.29% |
USD/IDR | 16,833 | 0.00% |
Senin, 26 Januari 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari potensi tambahan pasokan minyak Libya dan kembali pulihnya pasokan minyak Kazakhstan. Selain itu, ancaman konflik dagang baru antara AS dengan Kanada serta China, dan sinyal meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Ketua Perusahaan Minyak Nasional (NOC), Masoud Suleiman, pada hari Minggu mengkonfirmasi bahwa Libya mampu mencapai target untuk meningkatkan produksi menjadi 1,6 juta bph sebagai tahap pertama, dan kemudian menjadi 2 juta bph dalam jangka menengah. Selain itu, NOC melalui anak perusahaannya Waha Oil Company menandatangani perjanjian pengembangan sektor minyak selama 25 tahun dengan TotalEnergies dari Prancis dan ConocoPhillips yang berbasis di AS.
Turut membebani harga, pipa ekspor utama Kazakhstan, CPC, kembali ke kapasitas pemuatan penuh di terminalnya di pantai Laut Hitam Rusia pada hari Minggu ketika pemeliharaan selesai di salah satu dari tiga titik tambatnya dan sebuah kapal tanker dimuat dengan minyak mentah, kata pihak operator pipa. Jalur CPC memasok sekitar 80% ekspor minyak mentah dari Kazakhstan dan menyumbang sekitar 1,5% dari pasokan minyak global.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap Kanada jika sampai membuat kesepakatan perdagangan dengan China. Ancaman Trump tersebut memicu kekhawatiran akan memicu konflik dagang baru yang lebih luas, tidak hanya antara AS dengan Kanada, namun juga antara AS dengan China.
Dari Timur Tengah, gencatan senjata yang sedang berlangsung antara militer Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi kembali diperpanjang selama 15 hari lagi, kata Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan pada Sabtu malam bahwa perpanjangan tersebut, yang dimulai pukul 23:00 waktu setempat (20:00 GMT).
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Durable Goods Orders Mom |
| 0.5% | -2.2% |
20:30 | USA - Chicago Fed National Activity Index |
| -0.2 | -0.21 |
22:30 | USA - Dallas Fed Manufacturing Index |
| -6 | -10.9 |