| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.12350 | 0.10% |
GBPUSD | 1.30760 | 0.08% |
AUDUSD | 0.68160 | 0.06% |
NZDUSD | 0.63300 | 0.09% |
USDJPY | 138.700 | -0.11% |
USDCHF | 0.86030 | -0.14% |
USDCAD | 1.31960 | -0.02% |
GOLDUD | 1,953.990 | 0.16% |
COFU | 74.08 | 0.22% |
USD/IDR | 14,980 | 0.03% |
Selasa, 18 Juli 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi bullish didukung beberapa sentimen positif antara lain peningkatan konsumsi energi akibat gelombang panas, proyeksi positif harga minyak pada akhir 2023 dan penurunan produksi minyak AS. Meski demikian, kerjasama di bidang energi antara Saudi dan Turki membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Suhu global dilaporkan melonjak ke tingkat tertinggi pada hari Senin, memicu panas ekstrem mulai dari Asia, Eropa hingga AS, yang sekaligus mendorong peningkatan konsumsi energi. Penggunaan listrik di Texas tercatat mencapai rekor tertinggi pada hari Senin karena rumah dan bisnis terus menghidupkan AC untuk menghindari gelombang panas.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, para ahli melihat harga minyak berpotensi naik menjadi $100 per barel pada kuartal keempat dari harga saat ini di $74 per barel, ujar pernyataan dari Judy Stark, presiden Panhandle Producers and Royalty Owners Association (PPROA). Stark menambahkan bahwa ada banyak faktor yang terlibat, terutama di sisi permintaan yang saat ini meningkat sehingga lebih banyak produksi dibutuhkan untuk dapat memenuhi kenaikan permintaan itu.
Sentimen positif lainnya datang dari produksi minyak serpih AS yang diperkirakan akan turun menjadi hampir 9.40 juta bph pada bulan Agustus, yang sekaligus menandai penurunan bulanan pertama sejak Desember 2022, ungkap laporan yang dirilis hari Senin oleh Energy Information Administration (EIA).
Sementara itu, Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman resmi menandatangani sejumlah perjanjian kerjasama antar kedua negara, termasuk di bidang energi, kutip kantor berita negara Saudi SPA pada Selasa pagi. Berita tersebut meredakan kekhawatiran pasar akan kestabilan pasokan energi pasar yang diakibatkan kurangnya investasi di bidang energi.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Retail Sales MoM |
| 0.5% | 0.3% |
20:15 | USA - Industrial Production MoM |
| 0.0% | -0.2% |
20:15 | USA - Manufacturing Production MoM |
| 0.0% | 0.1% |
21:00 | USA - Business Inventories MoM |
| 0.2% | 0.2% |
21:00 | USA - NAHB Housing Market Index |
| 56 | 55 |
21:00 | USA - Retail Inventories Ex Autos MoM |
| 0.0% | -0.3% |