| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.06370 | -0.07% |
GBPUSD | 1.24080 | -0.06% |
AUDUSD | 0.64390 | 0.23% |
NZDUSD | 0.59120 | 0.14% |
USDJPY | 147.470 | 0.01% |
USDCHF | 0.89510 | 0.03% |
USDCAD | 1.35070 | -0.02% |
GOLDUD | 1,910.390 | 0.22% |
COFU | 90.67 | 0.07% |
USD/IDR | 15,385 | -0.08% |
Jumat, 15 September 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish dipicu oleh sentimen pasca rilisnya data positif ekonomi terbaru China dan peringatan keras OPEC atas pernyataan IEA. Meski demikian, komitmen Presiden Biden untuk menurunkan harga bensin dan sinyal damai Saudi dan Houthi Yaman membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Data yang dirilis hari Jumat oleh Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan output industri China tumbuh 4.5 % pada bulan Agustus, lebih tinggi dari ekspektasi di 3.9%, dan lebih tinggi pertumbuhan bulan Juli di angka 3.7 persen. Rilisnya data ekonomi terbaru China itu sekaligus mengisyaratkan bahwa langkah-langkah bantuan stimulus ekonomi yang dilakukan pemerintah China baru-baru ini secara perlahan berhasil menstabilkan pemulihan ekonomi yang terhambat.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais pada hari Kamis melontarkan komentar pedas terkait pernyataan Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol pada Selasa lalu yang memperkirakan bahwa permintaan bahan bakar fosil akan mencapai puncaknya pada tahun 2030 sama sekali tidak berdasar dan sangat berbahaya karena biasanya disertai seruan untuk menghentikan investasi minyak dan gas yang baru. Al Ghais menambahkan bahwa proyeksi IEA tidak memperhitungkan kemajuan teknologi serta memperingatkan potensi kekacauan energi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden pada hari Kamis berjanji akan menurunkan harga bensin di AS, tepat sehari setelah laporan inflasi konsumen AS menunjukkan lonjakan terbesar dalam 14 bulan yang dikaitkan dengan kenaikan biaya energi. Meski tidak merinci secara jelas langkah apa yang akan diambil, namun hal tersebut memicu kekhawatiran pasar karena Biden sebelumnya pernah mengambil langkah ekstrim dengan penarikan besar-besaran Cadangan Minyak Strategis AS demi meredam kenaikan harga bahan bakar.
Dari timur Tengah dilaporkan bahwa Arab Saudi dijadwalkan akan bertemu delegasi Houthi Yaman di Riyadh pada hari Kamis malam untuk membahas kelanjutan perundingan gencatan senjata, kutip kantor berita negara SPA pada hari Kamis. Inisiatif perdamaian tersebut memberikan harapan akan turut menstabilkan kondisi keamanan di Timur Tengah.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $93 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $89 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Export Prices MoM |
| 0.4% | 0.7% |
19:30 | USA - Import Prices MoM |
| 0.3% | 0.4% |
19:30 | USA - NY Empire State Manufacturing Index |
| -10 | -19 |
20:15 | USA - Industrial Production MoM |
| 0.1% | 1.0% |
20:15 | USA - Manufacturing Production MoM |
| 0.1% | 0.5% |