Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bullish Seiring Meningkatnya Ekspektasi Penurunan Suku Bunga
Minyak Bullish Seiring Meningkatnya Ekspektasi Penurunan Suku Bunga
Tuesday, 02 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07390

-0.04%

GBPUSD

1.26450

-0.03%

AUDUSD

0.66580

-0.18%

NZDUSD

0.60740

-0.31%

USDJPY

161.490

0.06%

USDCHF

0.90260

0.09%

USDCAD

1.37350

0.04%

GOLDUD

2,331.550

0.06%

COFU

83.43

0.16%

USD/IDR

16,325

0.28%

Fokus Crude Oil:

  • Sektor manufaktur AS alami kontraksi selama tiga bulan berturut-turut, tingkatkan harapan penurunan suku bunga.
  • Aktivitas pabrik China bulan Juni tumbuh pada laju tercepat sejak Mei 2021, ungkap survei PMI Caixin.

***********************************************************

Selasa, 02 Juli 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak pada tren bullish didukung oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga AS dalam waktu dekat. Selain itu, rilisnya data terbaru ekonomi China dan situasi di Timur Tengah yang masih memanas turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Harapan The Fed menurunkan suku bunga lebih cepat, yang diperkirakan pada bulan September mendatang, kian menguat pasca sektor manufaktur AS menunjukkan kontraksi selama tiga bulan berturut-turut pada bulan Juni, yang dipicu oleh penurunan minat investasi oleh produsen akibat kebijakan moneter saat ini dan kondisi lainnya, kata Ketua Komite Survei Bisnis Manufaktur ISM Timothy Fiore pada hari Senin. Penurunan suku bunga akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, aktivitas pabrik di China naik menjadi 51,8 pada bulan Juni dari 51,7 pada bulan sebelumnya, melampaui perkiraan pasar di 51,2 dan sekaligus menandai laju pertumbuhan tercepat sejak Mei 2021, ungkap survei PMI Caixin yang dirilis hari Senin. Hasil survei tersebut sangat kontras dengan laporan sebelumnya yang dirilis pekan lalu oleh Biro Statistik Nasional (NBS), namun ekonom Citi group optimis bahwa target PDB China 5% masih dapat dicapai tahun ini, meskipun dibutuhkan lebih banyak stimulus di sisa tahun lalu.

Sentimen positif lainnya datang dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas. Di Gaza, kelompok Hamas pada hari Senin dilaporkan menembakkan roket ke Israel selatan, sementara pasukan Israel telah bergerak lebih dalam ke beberapa bagian wilayah antara lain pinggiran kota Gaza dan kota Rafah bagian barat dan tengah. Di Yaman, kelompok Houthi pada hari Senin mengatakan mereka telah menargetkan empat kapal di Laut Merah, Laut Arab dan Mediterania serta Samudera Hindia karena terhubung dengan AS, Inggris dan Israel.

Sementara itu, impor minyak mentah Asia menurun selama paruh pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara total, Asia mengimpor 27,16 juta bph minyak mentah pada periode Januari hingga Juni, turun 130.000 bph dari 27,29 juta bph pada periode yang sama tahun 2023, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG Oil Research.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $86 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Fed Chair Powell Speech

 

 

 

21:00

USA - JOLTs Job Openings

 

7.900M

8.059M

21:10

USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index

 

41.2

40.5

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788