Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Berpotensi Bangkit Dipicu Eskalasi Konflik Israel - Hizbullah
Minyak Berpotensi Bangkit Dipicu Eskalasi Konflik Israel - Hizbullah
Monday, 29 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08620

0.04%

GBPUSD

1.28720

0.09%

AUDUSD

0.65430

0.29%

NZDUSD

0.58870

0.15%

USDJPY

153.790

-0.31%

USDCHF

0.88310

-0.10%

USDCAD

1.38330

-0.11%

GOLDUD

2,386.070

0.28%

COFU

77.30

-0.30%

USD/IDR

16,280

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Perusahaan minyak swasta terbesar Rusia tingkatkan ekspor via laut pasca Ukraina berlakukan larangan transit.
  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersumpah akan membalas serangan roket yang dituding dilakukan Hizbullah.

***********************************************************

Senin, 29 Juli 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak pada tren bearish dibebani oleh sentimen dari peningkatan ekspor Rusia dan laporan Baker Hughes. Meski demikian, kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih intens antara Israel dengan Lebanon, serta perkembangan sektor industri China berpotensi mendorong minyak kembali menguat.

Lukoil, perusahaan minyak swasta terbesar di Rusia, telah meningkatkan ekspor minyak melalui pelabuhan laut pasca Ukraiana memberlakukan larangan transit melalui jalur pipa Druzhba ke Eropa, kata tiga sumber pasar pada akhir pekan lalu. Lukoil menambahkan sekitar 340 ribu ton minyak mentah pada bulan Juli yang dikirim melalui pelabuhan Novorossiisk dan Primorsk, kata sumber tersebut. Selain Lukoil, perusahaan Rosneft dan Gazpromneft juga masing-masing menambahkan 200 ribu ton dan 100 ribu ton minyak untuk ekspor minyak bulan Juli melalui pelabuhan Baltik, sumber tersebut menambahkan.

Sentimen lain yang membebani datang dari rilisnya data laporan mingguan terbaru jumlah rig minyak dan gas alam AS yang menunjukkan kenaikan untuk minggu kedua berturut-turut, sekaligus menandai peningkatan jumlah bulanan terbanyak sejak November 2022, ungkap perusahaan jasa energi Baker Hughes. Laporan tersebut mengindikasikan potensi peningkatan pasokan AS pada masa mendatang.

Sementara itu, serangan roket yang menewaskan 12 orang pada hari Sabtu di lapangan sepak bola di Dataran Tinggi Golan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih besar antara Israel dengan Lebanon, yang sebelumnya sudah meningkat tajam dipicu oleh perang Gaza. Kabinet keamanan Israel pada hari Minggu memberikan wewenang sepenuhnya kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memutuskan "cara dan waktu" menanggapi serangan tersebut. Meskipun pihak Hizbullah membantah bertanggung jawab atas serangan itu, namun Netanyahu bersumpah akan melakukan balasan kepada Hizbullah.

Turut mendukung pergerakan harga, data ekonomi terbaru China yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional pada hari Sabtu menunjukkan laba sektor industri China tumbuh lebih cepat pada bulan Juni sebesar 3,6% secara tahunan, menyusul kenaikan sebesar 0,7% pada bulan Mei. Kenaikan laba di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi, memicu ekspektasi akan pemulihan pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $79 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $75 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - Dallas Fed Manufacturing Index

 

-12

-15.1

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788