| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.07490 | 0.06% |
GBPUSD | 1.25050 | 0.02% |
AUDUSD | 0.64330 | 0.05% |
NZDUSD | 0.59170 | 0.05% |
USDJPY | 146.580 | -0.02% |
USDCHF | 0.89060 | -0.07% |
USDCAD | 1.35690 | -0.04% |
GOLDUD | 1,922.390 | 0.02% |
COFU | 87.27 | 0.39% |
USD/IDR | 15,330 | 0.03% |
Selasa, 12 September 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak waspada menanti katalis baru di pasar. Pernyatan bernada positif dari Menteri Energi Rusia mendukung pergerakan harga minyak, namun di sisi lain isyarat kecukupan stok bagi pembeli Asia di bulan Oktober dan pesimisme AS akan situasi ekonomi China, membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Menteri Energi Rusia Nikolai Shulginov pada hari Senin mengatakan bahwa batasan harga minyak yang diberlakukan oleh G7 dan UE merupakan mekanisme yang tidak sah dan merusak perekonomian global. Shulginov juga menambahkan harga minyak yang lebih tinggi baru-baru ini mencerminkan realitas pasar yang sebenarnya, dan diharapkan dengan kenaikan harga ini maka akan memungkinkan untuk investasi kembali pada pasokan baru. Untuk ekspor Rusia ke China sedang bertumbuh positif, dan diperkirakan akan ada sedikit di atas 100 juta ton yang diekspor ke China pada akhir tahun 2023 atau meningkat sekitar 15% dibanding tahun lalu, ujar Shulginov.
Sementara itu, Saudi Aramco dikabarkan telah menginformasikan ke setidaknya lima pembeli di Asia bahwa mereka akan memasok minyak dengan volume penuh sesuai kontrak pada bulan Oktober mendatang, ungkap sumber yang mengetahui hal itu. Berita tersebut meredam kekhawatiran pasar yang beberapa waktu lalu dikejutkan dengan pengumuman Saudi serta Rusia yang berkomitmen untuk melanjutkan pemangkasan sukarela hingga akhir tahun.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo pada hari Senin mengatakan bahwa masalah ekonomi China lebih mungkin berdampak ke kawasan regional sekitar China dan sejumlah negara yang memiliki hutang dari China, dibanding dampak ke AS. Pernyataan Adeyemo tersebut dilontarkan sehari menyusul komentar Presiden Joe Biden yang menyebut situasi ekonomi China sebagai krisis.
Untuk indikator yang menjadi fokus dalam waktu dekat adalah laporan stok minyak AS versi grup industri American Petroleum Institute (API) yang akan dirilis pada pukul 20.30 GMT pada hari Selasa. Laporan API ini biasanya dijadikan acuan awal untuk melihat gambaran permintaan pasar sebelum dirilisnya laporan resmi dari badan statistik Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $86 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index |
| 91.6 | 91.9 |
19:55 | USA - Redbook YoY |
|
| 4.1% |