Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Waspada Jelang Pertemuan OPEC+
Minyak Bergerak Waspada Jelang Pertemuan OPEC+
Friday, 04 August 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09440

0.08%

GBPUSD

1.27120

0.15%

AUDUSD

0.65540

0.31%

NZDUSD

0.60840

0.15%

USDJPY

142.560

0.02%

USDCHF

0.87390

-0.01%

USDCAD

1.33530

-0.04%

GOLDUD

1,933.620

0.08%

COFU

81.73

-0.15%

USD/IDR

15,140

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Arab Saudi perpanjang pemangkasan produksi sukarela dan isyaratkan pengurangan lebih dalam di masa mendatang.
  • AS tawarkan untuk menempatkan pasukan bersenjata di kapal komersial yang melalui Selat Hormuz.

***************************************************************

Jumat, 04 Agustus 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi menanti hasil pertemuan OPEC+. Pernyataan Saudi dan Rusia untuk memangkas produksi hingga bulan September, isyarat pemangkasan lebih dalam oleh Saudi di masa mendatang memberikan dukungan terhadap harga minyak. Meski demikian, meredanya kekhawatiran di jalur Selat Hormuz dan eskalasi tensi AS dan China membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Arab Saudi pada hari Kamis menyatakan akan memperpanjang pemangkasan produksi secara sukarela sebesar 1 juta bph hingga bulan September serta mengatakan bahwa pemangkasan itu mungkin dapat diperpanjang atau diperdalam setelahnya. Pernyataan Saudi itu mengisyaratkan potensi pengetatan pasokan lebih lanjut di pasar global.

Senada dengan Saudi, Wakil Perdana Menteri Alexander Novak pada hari Kamis juga mengumumkan akan memangkas ekspor minyak sebesar 300 ribu bph pada bulan September. Pernyataan Novak yang diumumkan tak lama setelah pengumuman Saudi memicu kekhawatiran akan pasokan minyak di masa mendatang. Meski demikian, pasar menanti keputusan yang akan diambil oleh OPEC+ dalam pertemuan Komite Pemantau Bersama tingkat Menteri yang dijadwalkan akan berlangsung pada hari Jumat.

Sementara itu, AS mengatakan dapat segera menawarkan penempatan pelaut bersenjata dan Marinir di kapal komersial yang akan melalui jalur Selat Hormuz di Teluk, ungkap dua pejabat AS pada hari Kamis. Berita tersebut meredam kekhawatiran akan keamanan di jalur distribusi utama yang berada di antara Iran dan Oman, terlebih di tengah dugaan upaya Iran untuk menyita dan mengganggu kapal komersial seperti yang terjadi bulan lalu. Sekitar seperlima dari minyak mentah dan produk minyak dunia melewati Selat Hormuz.

Sentimen negatif lainnya datang dari eskalasi tensi antara AS dengan China setelah pejabat AS pada konferensi pers hari Kamis melontarkan kecaman keras terhadap China atas tuduhan spionase pasca penangkapan dua pelaut Angkatan Laut AS karena telah menyerahkan materi keamanan nasional AS yang sensitif ke China. Tensi antara AS dengan China sendiri telah memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Non Farm Payrolls

 

200K

209K

19:30

USA - Unemployment Rate

 

3.6%

3.6%

19:30

USA - Nonfarm Payrolls Private

 

179K

149K

19:30

USA - Manufacturing Payrolls

 

5K

7K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788