Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Was-was Ditengah Sinyal Positif AS Dan Eropa
Minyak Bergerak Was-was Ditengah Sinyal Positif AS Dan Eropa
Thursday, 27 May 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.21900

-0.01%

GBPUSD

1.41190

-0.08%

AUDUSD

0.77390

-0.03%

NZDUSD

0.72780

0.12%

USDJPY

109.130

-0.05%

USDCHF

0.89820

-0.10%

USDCAD

1.21200

0.03%

GOLDUD

1896.090

-0.08%

COFR

945426

-0.60%

USD/IDR

14290

0.14%

Fokus Crude Oil:

  1. Jumlah kasus infeksi baru, pasien, dan angka kematian akibat Covid-19 di Prancis terus menurun.
  2. 11 distrik di Maharashtra mencatat lebih dari 100% peningkatan kematian akibat Covid-19. 


Kamis, 27 Mei 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish di kisaran harga IDR 938,000 - 945,000 per barel. Meskipun sinyal positif pemulihan permintaan bahan bakar di AS dan Eropa mendukung harga minyak, namun perkembangan situasi Covid-19 di Asia, khususnya India memicu kekhawatiran yang membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 1.66 juta barel, ungkap laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA), untuk pekan yang berakhir 21 Mei. Penurunan tersebut jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1.05 juta barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan mengalami penurunan sebesar 1.75 juta barel, yang mengindikasikan kenaikan permintaan bahan bakar di AS. Dari sisi produksi, EIA melaporkan tidak terjadi perubahan dari minggu sebelumnya atau tetap di level 11 juta barel.

Turut mendukung pasar minyak, kementerian kesehatan Prancis pada hari Rabu melaporkan jumlah pasien Covid-19 sampai hari Selasa turun 49 menjadi 3,447 pasien atau turun dari akhir April yang berada di angka lebih dari 6,000 pasien. Untuk kasus infeksi baru dalam rata-rata 7 hari juga turun ke level terendah 2021 di angka 10,709 kasus, dibanding pertengahan April yang mencapai lebih dari 42,000 kasus. Angka kematian dalam rata-rata 7 hari turun ke angka 120, level terendah sejak pertengahan Oktober. Di Inggris, aktifitas jalan raya pada minggu lalu juga dilaporkan menyamai level tertinggi sejak dimulainya pandemi. Laporan tersebut memicu harapan akan kenaikan permintaan bahan bakar di Eropa terlebih menjelang liburan musim panas.

Sementara itu, perkembangan situasi Covid-19 di Asia, khususnya India masih menjadi fokus kekhawatiran pasar. Maharashtra yang merupakan ekonomi terbesar di India melaporkan peningkatan kasus infeksi dan kematian di 21 distrik dari 36 distrik yang ada, dimana dari 21 distrik ini, 11 distrik mengalami peningkatan kematian lebih dari 100 persen. Di Malaysia juga melaporkan rekor tertinggi untuk kasus infeksi harian baru, dimana pada hari Rabu dilaporkan kasus harian meningkat dari 7,289 kasus menjadi 7,478 kasus.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 960,000 - 980,000 per barel serta kisaran Support di IDR 920,000 - 900,000 per barel.

 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Durable Goods Orders MoM
-
0.7%
0.5%

19:30

USA - GDP Growth Rate QoQ 2nd Est
-
6.5%
4.3%

19:30

USA - Continuing Jobless Claims
-
3680K
3751K

19:30

USA - Initial Jobless Claims
-
425K
444K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788